Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 14 Februari 2015

YANG DILUAR ITU SUDAH BESAR TAK TERBATAS



Saat hari kelahiran seseorang, dan adanya suatu peristiwa, selalu tidak lepas dari perhatian. Hampir sebagian besar orang selalu memperingati dan merayakannya. Antara lain seperti memperingati hari ibu, serta kelahiran seorang Nabi besar dan lainnya. Khususnya saat kelahiran kita sendiri. Mengapa?

Hakekatnya adalah ; untuk kita renungkan dalam-dalam, terhadap apa makna yang tersembunyi dari frasa " memperingati dan merayakan". 


Semua orang yang memperingati adalah untuk "merayakan" , dalam istilah lain "membesarkan". Dengan begitu masing-masing orang yang mengikuti peristiwa itu, akan menyadari bahwa setiap makhluk berasal dari sesuatu yang maha kecil(mikro), kemudian akan semakin mengembang dan membesar sampai akhirnya terhenti pada kurun tertentu. Sehingga masing-masing orang juga akan menyadari bahwa pada kurun tertentu pula pengembangan itu akan terhenti.

Dengan munculnya kesadaran didalam diri akhirnya kita akan senantiasa untuk mengimbangi segala apa yang ada diluar supaya selalu terjadi keseimbangan antara didalam diri dengan apa yang ada diluar.

Namun yang menjadi masalah adalah ; bahwa kita bukan melihat kedalam, dan bukan memperingati atau merayakan terhadap diri kita sendiri. Melainkan justru yang diluar itu diperingati kebesarannya. Alih-alih kita akan mendapatkan hasil perenungan yang malahan lambat laun kita yang akan semakin kecil dibandingkan dengan apa yang ada diluar. Mengapa?

Karena yang diluar, baik diperingati dan dirayakan maupun tidak, disuruh maupun tidak, tetap akan selalu membesar. Seperti halnya kita meniup balon yang semula kecil akan semakin bertambah volumenya. Yang semula perbandingan volume antara balon dengan peniupnya kecil, semakin lama perbandingan itu akan semakin jauh. Bahkan balonnya bisa lebih besar dari peniupnya itu sendiri.

Begitu pula didalam merayakan hari valentine tanggal 14 pada hari ini. Untuk apa? Jika disebutkan untuk memperingati hari kasih sayang, lantas kenapa harinya yang diperingati? Jika yang diperingati adalah alam semesta yang penuh kasih sayang? Bukankah tanpa diperingati alam semesta itu akan tetap terus berkembang semakin membesar?

Jika terus menerus seperti itu maka justru kita akan semakin lebih maha kecil lagi.

Semestinya kitalah yang harus menyeimbangkan diri terhadap apa yang ada diluar, bukan yang diluar itu yang harus menuruti apa kemauan kita.

Jadi yang terpenting bukan masalah memperingati atau merayakannya apa yang diluar. Sebab kata memperingati berasal dari #ingat yang artinya "éling atau "sadar". Apa yang disadari? Adalah bahwa segala yang diluar itu adalah maha besar atau #raya. Dan bukan malah semakin dirayakan dengan berhura-hura dengan sikap dan cara-cara hedonis, jet zet dan lainnya.

Sehingga, maksud dari seluruh hari yang ditetapkan sebagai suatu hari peringatan, adalah semata-mata agar menjadikan bahan renungan bagi masing-masing orang terhadap hakikat nilai dari peristiwa tersebut. Dengan demikian kita akan mendapatkan tambahan nilai itu sendiri. Dan bukan #peristiwanya atau #penggagasnya itu yang selalu dirayakan. Apalagi dengan acara-acara ritual tertentu yang bukan berasal dari dirimu sendiri.

Oleh karena itu hendaklah selalu kembali pada jati diri untuk apa kita terlahir kemuka bumi ini, yang berarti harus selalu merunut dan memperhatikan kedalam diri bagaimana agar selalu seimbang dengan alam diluar yang selalu berkembang. Agar semakin lama volume keseimbangan itu senantiasa kita jaga antara sifat, dan habitat, dengan dzat yang didalam dan diluar, sejak kita terlahirkan kemuka bumi ini.


Selamat "merayakan kasih sayang" yang ada didalam dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar