Mengapa kau tak pernah jujur, kendati hanya untuk dirimu sendiri, sehingga bagaimana mungkin kau mengharap agar orang lain jujur kepadamu? Padahal semestinya tahu bahwa kejujuran pada diri itu merupakan suatu tanda terhadap keadaanmu sendiri, apakah engkau mampu atau tidak didalam menghadapi suatu masalah yang sedang menghantui perasaanmu. Namun yang terjadi, ketidak jujuran itu akhirnya semakin menjadi beban yang bertumpuk ketika getaran perasaanmu makin bertambah memenuhi rongga dadamu. Adakah kerugian bagimu jika dirimu jujur? Atau, adakah keuntungan bagimu jika dirimu tetap tidak jujur. Jika memang ada, kenapa justru dirimu semakin susah dan menderita? Boleh saja dirimu tidak jujur, sepanjang hal itu bermanfaat bagimu. Namun kenyataannya ketidak jujuranmu malah menimbulkan kelainan didalam dirimu. Karena disaat warna perasaan dari ketidak jujuranmu merupakan gelombang energi buruk bagimu sendiri. Sehingga, akan menimbulkan beberapa kelainan terhadap raga lahir dan juga raga batinmu.
Semakin banyak ketidak jujuranmu, akan semakin banyak energi negatif yang tersimpan, seolah2 dirimu telah menyimpan bangkai kedalam diri. Lalu bagaimana mungkin orang lain akan bisa bersahabat denganmu? Sedangkan pasanganmu yang selama ini bersanding, tidak akan betah lagi untuk tetap bersamamu.
Mengapa tak pernah jujur? Tahukah bahwa dengan kejujuran didalam dirimu, maka seluruh unsur akan tetap bisa bersatu padu untuk mengembalikan seluruh rasa yang pernah terguncang, ketika dirimu ditimpa masalah yang besar. Dan seandainya dirimu menyadari, tidak akan pernah ada istilah masalah besar, selain karena dirimu selalu memikirkan masalah yang telah berlalu ataupun masalah yang akan datang. Kemudian dirimu mencoba mencari keseimbangan dari luar ragamu. Bagaimana mungkin? Sehingga masalah akan semakin bertambah dan berlarut-larut bergumul didalam beberapa masalah baru yang ujungnya akan membuat dirimu putus asa. Untuk apa?
Hadapilah semua apa yang terlanjur terjadi dengan kesadaran diri. Bukan malahan sengaja tidak menjadarkan dirimu lewat minuman memabukkan, lewat cinta yang tak bertuan. Karena itu bukanlah jalan untuk kembali. Melainkan kembalilah jujur seperti dulu, agar narkoba didalam dirimu bisa membantumu untuk, memberikan cahaya untukmu kembali pulang pada jati dirimu.
Dan bukan semakin menambah bebanmu dengan beban baru akibat ketidak jujuranmu. Sehingga pencipta narkoba didalam dirimu akan semakin kewalahan untuk mengalirkan cairan ketentraman, kebahagian ataupun kedamaian seperti dulu kau dambakan.
Dan bukan pula semakin menyiksa diri, baik raga maupun jiwa, yang kau tahu itu tiada guna. Bahkan dirimu akan semakin tersiksa akibat kebodohan yang kau lakukan sendiri. Kau menganggap bahwa kematian akan datang, padahal kau tahu bahwa kematian belum waktunya untuk menjelang. Selain hanya karena dirimu takut kehilangan. Padahal tak mungkin dirimu akan kehilangan sepanjang dirimu tidak merasa memiliki apapun. Semua yang datang padamu hanyalah untuk kau rasakan serta kau resapi warna dirimu saat ini, dan bukan saat itu atau saat yang akan datang. Tetapi, karena terhanyut akan warna rasa yang pernah membelai dirimu, justru membuat dirimu semakin terikat erat, tidak bisa bergoyang dari suatu keadaan yang tercipta dari dirimu sendiri.
Kenapa kau tak pernah jujur, kendati hanya untuk dirimu sendiri.
Pro : seseorang yang berkehendak untuk bunuh diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar