Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 05 Maret 2015

KETIKA DIRIMU MENCINTAI DALAM BAYANGAN



Sebuah cinta yang berawal dari suatu sarana media, biasanya akan jauh lebih indah untuk dirasakan. Terutama ketika mengenal hanya lewat suara atau lewat kata dan bayangah wajah, tanpa bertatap muka. Dan kedatangan sebuah cinta lewat hal tersebut, akan lebih cepat untuk tumbuh bersemi didalam diri masing-masing jiwa, untuk kemudian saling berjanji untuk segera bertatap muka memadu kasih. Mengapa hal itu begitu cepat terjadi?


Sebab ketika berada didunia maya, tiada sekat apapun yang menghalangi seperti halnya didunia nyata. Tiada sekat etika ketika satu sama lain bertegur sapa. Selain saling memuja dengan menanamkan warna sifat kedalam diri bayangan yang dicintai, sesuai dengan warna sifat yang dirindukannya. Karena masing-masing orang saling mencipta sebuah bayangan sosok sifat. Dalam keadaan demikian, disitu akan ada getar-getar yang saling bersambung warna rasa, kemudian saling mencintai. Semakin lama semakin muncul getar-getar kerinduan yang menyesakkan dada dari dalam diri masing-masing.

Dari sinilah biasanya akan menjadikan awal petaka bagi salah satu, atau keduanya. Alih-alih mau membangun rumah tangga yang bahagia. Malahan akan berubah menjadi kehidupan cinta yang penuh kehancuran. 

Mengapa? Karena jika getaran cinta itu semakin mendalam, masing-masing akan sulit untuk menguasai dirinya. Semua unsur raga lahir dan batinnya sudah terpenuhi oleh gelombang cahaya yang akan membutakan mata hatinya, selain yang nampak hanyalah seorang, yaitu bayangan wajah kekasihnya, yang tercipta atau dicipta, oleh kahayalannya. Lantas, bagaimana mungkin akan bisa melupakan, jika yang diciptakan adalah sosok yang sempurna? Yang diciptakan adalah sifat-sifat yang sempurna pula dari dalam dirinya. Dan bukan sosok serta sifat asli yang termiliki oleh pasangan tersebut. Sehingga ketika suatu saat bertemu, biasanya tanpa berpikir panjang, akan cepat mengambil keputusan, untuk meningkatkan hubungan kedalam jenjang perkawinan. Karena telah dianggapnya sudah cukup lama berhubungan didunia maya yang penuh kebahagiaan, dan keindahan. Tentu didalam pikirnya akan beranggapan ; bahwa jika didunia maya saja begitu indah, ketika beradu rasa menciptakan surga dunia, tentu didunia nyata akan jauh lebih indah didalam mencipta pelangi cinta diantara mereka berdua. Hal inilah yang merupakan kesalahan yang amat fatal.

Semestinya, jika sudah saling mencintai didunia maya, dan sudah lama saling memadu kasih didalamnya, sampai menimbulkan gelombang cinta yang begitu dahsyat, serta menyesakkan dada dan jiwanya, janganlah sekali-kali untuk bertemu bertatap muka. Sebab, keadaan rasa yang telah dialami dialam maya, adalah merupakan puncak kebahagiaan dan keindahan, tidak akan lagi mengalami puncak apapun. Dan itu adalah merupakan tataran yang terdalam menuju cinta kepada tuhannya. Karena didalam membayangkan, tidak ada #unsur_materi maupun #unsur_waktu yang menghalangi, selain hanya #energi dan #anti_energi berbentuk #rasa_tunggal yang melingkupi manusia batin, tanpa ruang dan tanpa dimensi. Dan inilah yang disebut #cinta_kasih itu sendiri. Sehingga secara otomatis pula tidak mengenal istilah #memiliki ataupun #dimiliki.

Jika hubungan dialam maya yang sudah sampai pada tingkat kedalaman seperti ini lantas muncul kepermukaan, dan berniat untuk bertemu didunia nyata, maka akan terjadi penyesuaian alam. Yang semula "tanpa ruang, tanpa waktu, dan tanpa dimensi", akan berpindah pula kealam ruang, dimensi, dan waktu, serta materi. Sehingga cinta yang semula berada didalam diri menuju sifat 4 diatas, sifat cintanya akan terisi untuk memiliki. Dan jika diteruskan antar pertemuan yang berkelanjutan, biasanya akan langsung terjadi layu sebelum berkembang, lantaran ingin segera memiliki, dan tidak ingin apa yang dimiliki akan beralih kepada orang lain. 

Kemudian cinta yang semula tersusun indah pada puncak kedalaman diri, telah bergerak ke permukaan menuju ketinggian. Yang semula tidak ternilai, berganti dengan bernilai, yang terikat akan sejumlah angka, atau nilai-nilai yang hendak dicapai, atau dipertahankan, menjadi hubungan keterikatan diantara mereka berdua. Akhirnya akan menjadikan kecenderungan pada kekecewaan, kepedihan, serta kehancuran, baik sebelum pernikahan, atau telah berantakan ditengah jalan.

Intinya : Jika kita telah saling mencintai didalam bayangan, serta sudah sampai pada puncak kedalaman cinta itu sendiri, tidak perlu melanjutkan untuk bertemu mengabadikannya didalam jiwa dan raga. Dan biarkanlah tetap abadi didalam rasa. Sebab jika sudah merasakan adanya sebuah kebahagiaan, keindahan, bahkan sudah sampai pada tataran kedamaian; untuk apa melanjutkan kedalam hubungan dialam nyata, serta mengharapkan akan tercipta pula rasa yang sama, ketika dua raga bersatu. Itu tidak akan pernah terjadi. Sebab, bagaimana mungkin kedalaman dan ketinggian itu bisa bersatu? Karena kedalaman bersifat lambang untuk dirasakan, sedang ketinggian bersifat nilai untuk dipikirkan.

Sebaliknya, jika memang berniat untuk bersatu padu antara jiwa dan raga, jangan terlalu lama mencintai didalam bayangan. Tetapi segera bertatap muka, sebelum getar-getar cinta itu mendalam. Apalagi jika ketika bercinta didalam bayangan telah kau ciptakan sosok sifat dan wajah yang penuh kesempurnaan, tanpa cacat dan cela. Dan itu menunjukkan; bahwa dia yang kau cintai itu adalah sosok dan sifat, serta wajah dari tuhanmu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar