Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 02 Maret 2015

MEREHABILITASI JIWA DAN RAGA



Manusia terdiri dari raga lahir dan raga batin. Raga lahir merupakan rumah bagi manusia batin, sekaligus juga merupakan seperti lahan pertanian untuk bercocok tanam, guna mendapatkan penghasilan didalam menunjang kehidupannya yang lebih baik. Namun seiring dengan perkembangan tekhnologi yang pesat, bukan membuat manusia semakin maju dan sejahtera lahir dan batinnya. Malahan banyak yang terpuruk tidak hanya secara duniawi saja, melainkan juga terpuruk secara batin. 


Karakter manusia semakin lama semakin rusak, banyak orang-orang yang temperamental, beringas dan jahat. Padahal sudah banyak pakar-pakar dibidangnya masing-masing mengadakan penelitian. Bahkan para agamawan semakin menjamur, seolah lebih banyak para pemuka agamanya dibandingkan ummatnya. Tetapi, justru dekadensi moral semakin marak dan masif. Mengapa? Karena semua orang mau dijadikan kelinci percobaan, tanpa mengerti apa yang menjadi sumber penyebab yang membuat manusia makin terpuruk lahir dan batinnya
.  
Kalau kita jeli, sebenarnya manusia terdiri dari beberapa unsur, dan yang paling dominan adalah unsur tanah. 
Dan unsur tanah itu dimaksudkan adalah untuk menanam bibit tanaman, guna diambil hasilnya, serta untuk menunjang kehidupan manusia itu sendiri.Jika tanahnya subur, maka hasil tanamannya akan semakin banyak dan berlipat. Apa yang membuat tanaman bisa hidup? Adalah unsur hara dan mikroba yang ada didalam tanah. Semakin sedikit unsur mikroba didalam tanah akan membuat tanaman semakin gersang, dan tanahnyapun akan semakin tandus, pecah-pecah dan tanahpun juga akan mati.

Saat ini, banyak tanah yang sudah gersang, lantaran terlalu banyak zat kimiawi bercampur didalamnya, yang menyebabkan mikrobanya mati karena makanan untuk mikroba itu telah teracuni oleh zat kimia. Akibatnya tanah menjadi gersang, tidak bisa ditumbuhi tanaman. Jika masih bisa, tetapi sudah terkontaminasi oleh racun, dan menghasilkan tanaman yang kurang memenuhi gizi manusia ketika memakannya.

Begitu pula raga manusia, juga tidak terlepas sebagai lahan itu sendiri. Jika unsur hara dan mikroba didalam diri manusia itu mati, maka tanaman yang ada didalam diri manusia, juga tidak akan mungkin tumbuh secara sempurna. Apa saja tanaman didalam diri manusia? Banyak sekali. Adalah sel-sel dari organ manusia itu sendiri. Dan bukankah kita tahu bahwa setiap harinya manusia banyak memakan unsur-unsur makanan yang mengandung kimia, antara lain bahan pengawet, udara yang sudah tercemari, bahkan hasil tanaman juga sudah mengandung zat kimia. Apa akibatnya? Akan terjadi anomali rasa dan sikap prilaku manusia itu sendiri. Hal itupun karena satu sama lain, baik lingkungan diluar dan didalam diri sudah tidak sesuai lagi habitatnya. Sehingga masing-masing akan mengadakan penyesuaian didalam meneruskan kehidupannya kendati tanpa hara dan mikroba kehidupan guna melanjutkan keberlangsungan hidupnya seperti awal diciptakannya.

Sehingga tidak mengherankan, jika ada orang yang semula baik, santun, serta kehidupan rumah tangganya bahagia, lantas sikapnya jadi berubah beringas, jahat dan bahkan lebih jahat dari binatang itu sendiri. Tidak perduli siapapun orangnya, dan apapun predikatnya, semua lebih mengarah pada kehidupan yang individualistis, hedonis dan lainnya.

Jika sudah demikian, Bisakah masing-masing orang kembali hidup penuh kedamaian, ketentraman, serta bisa kembali sebagai manusia sesuai dengan kodrat awalnya?

Jawabnya adalah masih bisa, yakni hanya lewat udara yang segar. Apa yang harus dilakukan terhadap udara? Adalah untuk menyaring hawa murni. Dan didalam hawa murni masih banyak ditemui mikroba yang tak terhingga serta bahan makanan untuk mikroba itu. Kemudian memasukkannya kedalam diri, sehingga raga manusia yang semula gersang, lambat laun akan kembali subur. Jika didalam diri telah subur, dan seluruh tanaman yang berupa sel-sel yang murni juga akan kembali tumbuh menggantikan sel-sel yang telah mati. Jika sel-sel dalam tubuh telah berganti semua dengan sempurna maka seluruh organ manusia juga akan kembali seperti sedia kala, serta dapat berfungsi untuk mengantar menjadi manusia seutuhnya yang penuh ketentraman, kebahagiaan dan keindahan dan akan pula mempengaruhi pada warna rasa yang murni pula. Sehingga jiwa manusia akan lebih mudah untuk kembali memimpin serta mengkoordinasikan dengan seluruh unsur dengan benar, dan lebih mudah didalam menangkap gelombang energi dari ruh kehidupan secara tepat guna dan multi guna. 

Kesimpulannya : Kesusahan, penderitaan yang terjadi pada diri manusia adalah semata-mata lantaran perubahan sifat atau karakter manusia yang selalu anomali. Dan perubahan itu lantaran mikroba asli sebagai penunjang dasar manusia raga telah sirna. Dan kematian mikroba karena makanannya yang asli sudah tidak ada lantaran diberi makanan yang mengandung kimia, yang tidak alami. Sehingga, akan membuat aklimatisasi antara lingkungan diluar dan didalam dirinya. Sehingga bagaimana mungkin akan bisa berhasil kendati ribuan doa terpanjatkan, sementara habitat dan sifat rasa tidak seimbang, sehingga jiwa manusiapun akan tergoncang.

Jadi intinya : Jika kita ingin mengubah sifat dan kharakter diri semakin baik, arif dan bijak, maka ubahlah dulu unsur tanah yang ada didalam diri sesuai aslinya, dengan menyaring udara murni lewat pernafasan sebanyak-banyaknya, agar tersaring pula unsur hara dan mikroba diudara. Kemudian masukkanlah kedalam diri. Karena hanya lewat mikroba itulah satu-satunya cara untuj mengembalikan diri kita menjadi manusia yang seutuhnya.


Semoga bermanfaat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar