Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 28 Februari 2015

SELAGI MASIH BISA MENETESKAN AIRMATA



Menangislah, sepanjang itu bukan merupakan air mata kesedihan dari dalam dirimu, dan bukan pula merupakan tanda masih ada dendam, lantaran tidak bisa memenuhi kesumatmu. Tetapi semua itu karena adanya rasa keterharuan ketika dirimu melihat orang lain menderita atau bahagia. Dan air matamu itu akan menggelontor sisa-sisa kepedihan dan derita yang mungkin pernah kau alami.

Selagi masih bisa meneteskan air mata,
Janganlah kau tahan untuk tidak menangis hanya karena ingin menutupi kesombongan diri dan demi gengsi.

Sebab air mata yang tercipta tidaklah sia-sia. Dan bukan semata untuk menggelontor kedua bola mata agar selalu tampak bening. Tetapi dibalik itu, lantaran untuk menggelontor energi yang tersisa dan tidak terpakai didalam batinmu. Hal itu agar raga batinmu tidak berembun. Dan embun itulah sesungguhnya yang membuatmu tidak peka melihat segala hal yang ada diluar ragamu. Karena mata batinmu tertutupi, oleh debu kehidupan lantas hatimu, memberikan gelombang getaran antitesa berbentuk air mata. Semakin banyak aliran gelombang yang muncul dari hatimu, maka akan semakin membuat kerak-kerak kehidupan itu akan habis dan tergelontor menjadi satu unsur berbentuk air mata yang berwarna asin. Disamping itu hatimupun akan semakin kembali pada asalnya. Sehingga kenapa disaat seseorang selesai menangis lantas ada kelegaan didalam dadanya.

Selagi masih bisa meneteskan airmata,

Menangislah, tetapi jangan dengan berteriak mengeluarkan suara. Sebab hal itu justru akan mendatangkan energi negatif dari luar ragamu. Semakin keras tangismu semakin banyak energi negatif yang masuk. Lalu bagaimana mungkin energi negatif yang ada dalam dirimu akan sirna, jika terus menerus energi dari luar selalu masuk?

Seluruh masalah akan hilang jika dirimu bisa meneteskan airmata. Tetapi bukan airmata kesedihan, dan syukur-syukur jika dirimu sering menangis lantaran terharu dan bahagia, ataupun ketawa. Dengan begitu, raga batinmu akan selalu sehat seperti sediakala, sehingga unsur kasih akan selalu tertanam dalam dirimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar