Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 12 Maret 2015

PINTU DAN JENDELA DARI HATI DAN JIWA



Jika kita bicara tentang jendela hati tentu sebagian besar orang akan tahu dan menjawab bahwa jendela hati adalah mata.

Dari sepasang mata orang akan mengetahui dan membaca isi hati seseorang. Apakah orang itu sedang susah, kecewa, bahkan sedang marah, iri, dengki, atau bahagia, gembira dan lain-lain.  
Sebagaimana sifat dari jendela adalah untuk mengintip apa yang ada didalam. Tetapi ketika kita mau masuk adalah lewat pintu.


Jika mata adalah jendela hati, apa yang menjadi jendela jiwa?
Bibir seseorang adalah merupakan jendela dari jiwa seseorang. Untuk melihat karakter dan sikap seseorang, adalah dengan melihat terhadap perubahan bentuk dari gerak bibir seseorang, serta suara yang dikeluarkan dari mulut tentu akan tercermin lewat bibirnya.

Bicara jendela tentu tidak lengkap jika tidak bicara tentang pintu. Ibarat rumah, pintu adalah untuk masuk kedalam rumah. Begitu pula dengan raga manusia, tidak lepas dari rumah itu sendiri, yang merupakan rumah dari jiwa. Mengapa saya sebut rumah jiwa? Karena setiap rumah tentu ada pemiliknya. Begitu juga raga, pemiliknya adalah jiwa itu sendiri. Dan setiap rumah tentu memiliki kamar, yang masing-masing memiliki pintu masuk. Jadi, saat masuk rumah pasti lebih dahulu melewati pintu. Jika pintu terkunci atau dikunci, kita tidak akan pernah bisa masuk.

Apakah pintu dari jiwa dan hati?

Pintu jiwa adalah langit-langit dirongga mulut dari mana kelenjar ludah berasal. Lantas rumahnya jiwa dimana? Ditengah kepala yang merupakan puncak tertinggi. Dan itulah yang disebut langitnya manusia sebagai alam kecil. Dan dari rumah jiwa inilah manusia bisa berhubungan dengan alam makro diluar raganya.

Selanjutnya dimanakah pintu hati? 

Hati adalah yang memberikan segala warna rasa apapun yang dibutuhkan oleh liver manusia yang terdiri dari 4 ruang energi atau nafsu. Sebegitu hati manusia memancarkan rasa dan mengalirkan kedalam liver manusia sesuai dengan keadaan yang dibutuhkan, oleh masing-masing nafsu. Selanjutnya didalam memilih unsur, maka Jiwa harus tepat sasaran, dan supaya tidak salah langkah maka jiwa harus melewati pintunya disebut #hati_hati. Dengan begitu manusia akan waspada. Jadi, jika #langit_langit merupakan pintu dari jiwa untuk menuju #langit. Maka #hati_hati merupakan pintunya #hati tempat dimana #Ruh_manusia bersemayam. 

Dengan adanya pengenalan terhadap perangkat diri manusia diatas, semoga akan bisa mempermudah untuk bahan perenungan. Khususnya didalam berinteraksi, baik dengan dirinya, maupun dengan tuhannya. Sehingga akan menemukan kesempurnaan yang sejati sebagai manusia, serta akan mengetahui apa yang menjadi hakekat manusia berada dimuka bumi ini.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar