Ternyata masih banyak yang belum mengerti bahwa kesusahan dan penderitaan yang dialami hari ini adalah merupakan hasil perbuatan dari apa yang dilakukan pada hari-hari sebelumnya. Walaupun secara teori sudah tahu, dalam kenyataannya masih saja hari ini, saat ini, tetap mengalami kesusahan.
Jika demikian, sama halnya bahwa hari ini telah kembali menanam bibit kesusahan, bibit penderitaan untuk dituai dihari mendatang.
Lalu sampai kapankah semua kesusahan dan penderitaan itu akan berakhir, jika terus menerus semakin bertumpuk tabungan kesusahan itu? Dan semua akan berlaku secara ceteris paribus atau berkesinambungan sehingga akan menjadikan bukit penderitaan bagimu yang akan menghancurkan dirimu dalam kesengsaraan yang tiada batas.
Jika hari ini dirimu mengatakan bahwa tidak mampu lagi mengatasi beban hidupmu, lantas mengambil jalan pintas dengan menambah beban lagi, bagaimana mungkin akan bisa mampu? Sedang saat ini saja dirimu tidak mampu memikulnya.
Semestinya saat dirimu mengalami kesusahan, itu merupakan petunjuk bahwa yang kau lakukan pasti merupakan kesalahan. Itulah yang perlu kau sadari.
Dan #wujud_kesadaran itu adalah dengan menjalani segala resiko yang ada pada hari ini. Dan itu akan dapat kau lakukan dengan penuh kepasrahan bahwa dirimu mengakui salah. #Sadar bahwa apa yang ditanam sebelumnya adalah salah. Bukan lantas beban itu mencoba kau pindahkan pada orang lain untuk melakukannya. Yang hal itu merupakan bentuk bahwa dirimu #belum_sadar. Mengapa?
Karena segala beban yang ada didunia ini bukan merupakan beban materi. Melainkan non materi. Dan materi hanya sekedar faktor penunjang belaka. Atau sekedar sarana dan prasarana. Yang disandang adalah merupakan #beban_rasa. Bisakah rasa yang kau alami tidak ingin kau jalani?
Dengan begitu, dirimu sama sekali tidak mau terbebani oleh rasa yang kamu derita. Lalu kau pindahkan rasa derita itu pada orang lain.
Tidak tahukah? Bahwa sesungguhnya rasa itu tidak sama dengan materi? Seluruh materi hanya dapat ditangkap oleh panca indra. Rasa hanya dapat ditangkap oleh hatimu. Dan beban materi masih bisa tidak kau kerjakan. Tetapi beban rasa harus kau sandang sendiri.
Jika beban rasa ini kau pindahkan pada orang lain, suatu ketika akan kembali pada dirimu ketika nafsumu sudah tidak lagi bisa menampung beban rasa itu darimu.
Oleh karena itu, jika penderitaan dan kesusahan hari ini tidak mau kau jalani, justru akan semakin menjadikan benalu bagi kehidupanmu. Jika dirimu menabung hutang atau piutang masih bisa tidak terbayar lantaran hal itu bukan berupa rasa. Tapi jika dirimu berhutang rasa, maka dirimu akan menuai perasaan.
Lain kali, berhati-hatilah didalam menanam rasa, jika dirimu memang tidak menghendaki rasa itu untuk dituai. Dan jika dirimu merasa bahwa yang ditanam itu adalah keindahan, pasti yang akan dituai adalah keindahan. Tetapi jika akhirnya yang kau dapat bukanlah keindahan, berarti apa yang kau tanam sebelumnya bukan lewat hatimu, melainkan kau tanam lewat akal dan nafsumu. Sehingga yang kau dapatkan saat itu adalah kebahagiaan.
Sehingga amat wajar sekali jika apa yang kamu tuai saat ini adalah kesusahan dan penderitaan itu sendiri. Hati tidak pernah mengenal istilah salah dan benar. Dan hati hanya mengenal satu kata yaitu keindahan, tidak ada yang lain. Karena hanya dari keindahan itu yang akan mengantarkan dirimu menuju ketentraman, kedamaian, kekosongan yang akhirnya menuju tuhan sebagai dzat mutlak itu sendiri.
Kesimpulan : Jika hari ini dirimu merasakan kebahagiaan, berarti sebelumnya dirimu penuh kesusahan, dan disaat mendatang dirimu akan kembali mengalami kesusahan. Terkecuali ketika saat ini dirimu bahagia, lantas kau tanamkan rasa syukur dalam dirimu, maka hatimu akan bergetar untuk menanam rasa keindahan, sehingga yang kamu tuai dikemudian hari adalah keindahan itu sendiri. Jika keindahan sudah berada dalam dirimu secara terus menerus, maka dirimu akan berada dalam ketenteraman dan kedamaian, hingga akhirnya akan tertuntun menuju kekosongan, dan puncaknya menuju tuhan itu sendiri.
Sebaliknya jika dirimu saat ini mengalami kesusahan, nikmatilah dan jangan menambah dengan bibit kesalahan baru. Terlebih lagi jika kau pindahkan rasa susah itu pada orang lain, yang nantinya akan kembali menghempas pada dirimu sendiri. Sehingga dirimu semakin berada didalam kesusahan yang amat dalam.
Akhirilah saat ini juga dengan pasrah untuk menjalani dalam batasan waktu yang kau tentukan sendiri dalam menjalani. Agar rasa dalam dirimu akan menyeimbangkan dengan hatimu untuk menentukan sampai berapa lama susah dan deritamu akan berakhir.
Semoga bermanfaat, khususnya bagi mereka yang sedang galau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar