Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 06 April 2015

MENATA ULANG KEHIDUPAN SELAGI NAFSU SAKIT



Sekitar tanggal 17 oktober 2012 saya pernah menulis fenomena tentang ditemukannya sebuah planet yang dikelilingi 4 matahari atau bintang pada jarak 5000 tahun cahaya. Disitu saya katakan bahwa planet itu melambangkan jiwa, dan 4 bintang itu melambangkan nafsu. Kemungkinan besar energi yang ada pada nafsu itu dipengaruhi oleh ke 4 bintang tersebut. Karena jaraknya yang amat jauh serta tidak termasuk didalam garis edar tata surya, maka energi yang secara tidak langsung merasuk pada diri manusia harus difilter, diolah, dan dikendalikan oleh jiwa. 

Adapun filternya, adalah bulan yang merupakan satelit bumi yang seluruh indikator, serta partikel yang ada, juga sama dengan bumi. Jika bulan selaku filter dalam keadaan sehat khususnya didalam mendapatkan cahaya dari matahari, maka akan memberikan keseimbangan terhadap seluruh makhluk berjiwa yang hidup dibumi. Karena cahaya bulan juga merupakan gambaran dari #warna_rasa manusia ketika menyinari nafsu menjadi #warna_perasaan.

Tetapi saat terjadi gerhana, baik pada rembulan maupun matahari, maka energi maupun anti energi yg terserap oleh bumi akan memiliki pengaruh. Boleh-boleh saja sebagian orang yang sok ilmiah mengatakan fenomena alam biasa. Itu memang betul.

Tetapi adakah dialam semesta ini yang bukan fenomena dan tidak mempengaruhi hidup dan kehidupan khususnya manusia? Semua pasti ada pengaruhnya. Sedangkan.. maaf.. kentut(H2S) saja bisa membuat orang jadi mabuk. Itu masih 1 orang yang kentut. Bagaimana saat kentut massal, mungkin bisa membuat orang pingsan. Apalagi jika sudah berbicara masalah semesta. 

Bagi pemahaman tentang metafisika, semua kejadian alam semesta, walaupun hanya selembar daun yang jatuh, memiliki semiotika tersendiri sepanjang memang orang tersebut membidangi metafisika.

Begitu pula saat kejadian ada gerhana bulan merah tanggal 4 april yang baru lalu.

Kejadian itu tidak berdiri sendiri, tetapi dimulai dari gerhana bulan merah sebelumnya. Yakni yang terjadi pada bulan April dan september/oktober tahun 2014. Kemudian dilanjutkan lagi tanggal 4 April 2015 yang baru lalu, dan diakhiri nanti pada tanggal 25 september 2015 mendatang. 

Lambang bulan merah itu, adalah lambang darah yang merupakan energi dari nafsu yang sedang sakit. Kenapa? Karena bulan tidak punya cahaya sendiri. Dan jumlah gerhana bulan dalam 2 tahun ini secara berturut-turut akan terjadi 4 kali gerhana bulan merah. Kejadian gerhana tanggal 4 April 2015, merupakan gerhana yang ketiga. Berarti merupakan jenis nafsu yang ketiga atau energi angin atau udara. 

Nafsu pertama adalah energi air. Nafsu kedua energi api dan nafsu ke 4 energi tanah. Saat bulan april 2014 yang sakit adalah energi air. Bulan september 2014 energi api yang sakit. Sedang 4 April 2015 adalah energi udara atau angin yang sakit. Dan nanti pada saat bulan September 2015 adalah energi tanah atau bumi yang sakit. Terjadinya gerhana beberapa hari yang lalu bertepatan dengan malam paskah(setelah natal), melambangkan banyak orang kekurangan energi didalam berkeinginan. Sehingga keinginan tidak menggebu-gebu seperti dulunya. Dan jika september 2015 nanti terjadi lagi gerhana bulan merah, maka berarti seluruh keempat nafsu sudah merasakan sakit semua. Dalam artian sudah kembali pada nafsu awal saat terbentuk.

Dan ini merupakan kesempatan emas bagi mayoritas masyarakat untuk menginstal ulang nafsunya. Untuk menata kembali keseimbangan antara 4 nafsu dengan hati dan jiwanya, agar kembali bersama, seiring sejalan menuju jaman keemasan bagi seluruh bangsa dan negara. Dan penataan ulang ini, harus benar-benar pakai hati. Dan nafsu tidak akan banyak mempengaruhi, sebab 3 nafsu sudah sakit semua. Sehingga tidak cukup kekuatan untuk bergerak sebagaimana biasanya yang selalu mempengaruhi jiwa. Kali ini jiwa benar-benar bisa mengendalikan dengan baik. Apalagi dengan dibantu hati dan folder nafsu dalam taraf penyembuhan.Seolah-olah nafsu manusia kembali seperti bayi saat umur 1 tahun. Terhitung dari gerhana awal bulan April tahun lalu.

Apa yang harus dilakukan? Kembali kelola apa yang menjadi kehendak dan yang belum berhasil selama ini. Perbanyak perbuatan kebajikan, jauhi perbuatan jahat. Agar hati nurani senantiasa berada didepan membantu keberhasilan itu. Awalilah dengan perbuatan #infaq atau #fang_sen pada sesama yang serba kekurangan. Dengan begitu akan lebih banyak lagi orang-orang yang dulunya sering mengalami kegagalan, siapa tahu tahun ini akan mencapai keberhasilan yang gemilang. Dan bagi mereka yang senantiasa berada didalam kejahatan juga ada kesempata untuk berubah. Jika tidak, mereka juga akan segera menuju kehancuran bersama terhisap oleh gerhana bulan merah itu sendiri.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar