Pada umumnya, masing-masing orang diberi bekal kelemahan dan kelebihan, yang dijadikan modal awal yan berada didalam nafsu dasar manusia dan disebut karakter.
Dari karakter itu akan menentukan sifat dan sikap seseorang untuk diketahui oleh umum. Khususnya didalam menghadapi suatu permasalahan yang ada, biasanya karakter itu pula yang dominan muncul terlebih dahulu.
Yakni : ketika ada seseorang yang mudah kasihan, dia akan mudah pula marah. Ketika dia mudah mendapatkan uang, akan mudah pula mengeluarkan uang. Ketika dia mudah memiliki keinginan, maka mudah pula dia putus harapan. Ketika dia mudah mencintai, akan mudah pula melupakan, atau bahkan membenci. Ketika mudah menyukai, akan mudah pula menjadi bosan.
Ketika dia mudah berjanji, akan mudah pula untuk tidak menepati. Ketika mudah bicara akan mudah pula melupakan apa yang jadi pembicaraan. Orang yang mudah meminta maka mudah pula lupa diri. Orang yang mudah memuji maka mudah pula punya rasa ingin dipuji.
Ketika mudah bahagia, maka mudah pula susah. Ketika mudah mengambil keputusan, akan mudah pula merubah keputusan yang diambilnya. Begitu seterusnya.
Dengan adanya kriteria karakter diatas, kita harus bisa mengelola karakter, dengan tujuan untuk lebih disadari. Sehingga jika segala karakter sudah terkelola dengan baik, maka kita akan dapat mempercepat atau mempermudah didalam memenuhi apa yang menjadi harapan secara efektif dan efisien.
Pengelolaan karakter dengan penuh kesadaran, akan menumbuhkan pembangunan karakter yang tepat guna, sehingga akan meminimalisir adanya kesempatan bagi orang lain untuk memanfaatkan kelemahan yang kita miliki.
Bagaimana cara kita membangun karakter? Adalah dengan melihat dulu kelemahan dan kelebihan kita, kemudian kita melihat pasangan sifat yang tepat seperti diatas. Setelah itu kita mencoba dengan mengantisipasi agar pasangan sifat yang tidak kita kehendaki itu tidak muncul. Sebab saat pasangan sifat itu muncul akan membuat diri kita akan selalu terjebak secara terus menerus terhadap permainan rasa yang silih berganti, tanpa kita sadari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar