Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 23 April 2015

KASIH DAN KASIHAN ITU TIDAK SAMA



Jika dirimu sebagai orang yang mudah merasa "kasihan", merupakan pertanda bahwa nafsu yang ada didalam dirimu peka terhadap kesusahan dan penderitaan yang dialami oleh orang lain.

Dan orang-orang yang mudah merasa kasihan, sesungguhnya merupakan tanda awal bahwa dirinya memiliki kelebihan yang diberikan tuhan untuk mendapatkan kemudahan didalam mengarungi kehidupannya. 


Tetapi disamping merupakan kelebihan, juga merupakan kekurangan, yang suatu saat bisa dijadikan kesempatan orang lain untuk memenuhi apa yang menjadi keinginannya. Sehingga banyak sekali orang-orang yang mudah kasihan mengalami kehancuran didalam kehidupannya, ketika dirinya terikat oleh rasa kasihan. Kenapa??? 

Karena rasa kasihan bukan merupakan sifat asli dari tuhanmu, melainkan sudah merupakan modivikasi dari nafsumu sendiri. Dan rasa kasihan itu muncul, lantaran #ketidak_sadaran jiwamu untuk mengendalikan rasa kasih yang muncul dari hatimu ketika mengisi nafsumu. Sehingga jika ketidak sadaran itu berkelanjutan, maka dirimu tidak akan dapat lagi membedakan antara mana sifat asli dari tuhanmu yaitu "rasa kasih", dan mana pula yang bukan sifat asli, yaitu " rasa kasihan".

Oleh karena itu, jika dirimu merasakan adanya "kasihan" muncul, segeralah kamu ubah dengan kesadaran diri. Begitu dirimu penuh kesadaran, maka #kasihan akan berubah menjadi #kasih seperti sifat asal dari tuhanmu.

Bagaimana memunculkan kesadaran????

Adalah dengan berpikir; kenapa dirimu merasa kasihan? Yang jelas; dengan berpikir dirimu tidak akan gampang memberi sebelum jelas hasil pikiran itu kamu dapatkan jawabannya. Dan untuk mendapatkan kejelasan, adalah dengan bertanya pada dirimu" kenapa tuhan mengirimkan orang tersebut untuk kau kasihani". Dan pantaskah untuk kau berbuat sesuatu didalam mewujudkan rasa kasihan itu. Selanjutnya jika kau akan memberi, tanyakan juga pada dirimu, apakah dengan rasa kasihan itu nantinya tidak akan berakibat buruk bagimu. 

Terlebih lagi ketika dirimu membantu dalam hal materi, apakah masih ada sisa materi untuk dirimu sendiri beserta keluargamu. Serta seberapa lama materi yang tersimpan itu bisa memenuhi dirimu. Sebab jangan sampai ketika dirimu mengasihani orang lain akan berakibat fatal dan terbalik, bahwa akhirnya dirimu yang perlu dikasihani.

Sehingga keterbalikan pula yang akan kamu alami. Yang semula dirimu menjadi tangan diatas, akan berubah menjadi tangan yang dibawah. Jika demikian, lantas untuk apa merasa kasihan jika akhirnya menjadi kasihan yang tidak bermakna, baik bagi dirimu sendiri, maupun bagi mereka yang kau kasihani.

Intinya : Rasa kasihan itu bukan sifat asli dari tuhanmu, tetapi modivikasi dari nafsumu. Semakin banyak rasa kasihan yang muncul akan semakin banyak rasa kasih yang akan kamu dapatkan jika kamu kendalikan dengan kesadaran. Atau akan semakin banyak pula kecenderungan yang akan membuatmu menuju kehancuran, dan penderitaan, jika kamu membiarkan rasa kasihan itu tanpa perubahan sama sekali menuju wujud aslinya yaitu sifat tuhan itu sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar