Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 20 Mei 2015

KETIKA CINTA TAK LAGI BERMAKNA



Ketika cinta tak lagi bermakna, semua serba pura-pura. Jika ada tangis dan tawa menjadi bermakna ganda, kegetiran atau kehampaan. Semua bagai robot yang berjalan. Lantas untuk apa memiliki rasa jika sudah tidak mau lagi untuk merasakan? Adanya jutaan rasa untuk kau rasakan bukan untuk diabaikan. Tapi saat ini, tak satupun rasa yang bisa memberikan getaran tawa yang penuh kebahagiaan, atau senyuman yang memberikan keindahan. Selain satu warna rasa yakni kesombongan untuk mengakui bahwa dirimu lemah. 

Ketika cinta tak lagi bermakna, percuma ada tangis dan titik air mata, jika dirimu sudah tak tahu lagi, untuk apa menangisi segala sesuatu yang sudah tak bermakna. Hari-hari yang telah berlalu, bukan lagi merupakan kesejatian rasa. Selain renjana yang tersisa, ketika waktu terlewati dan terus berjalan.


Seharusnya dirimu terus melangkah, untuk menikmati dan merasakan rasa-rasa yang lain. Tanpa harus ada keterikatan pada duniamu, karena dirimu memang sudah terikat pada gravitasi itu sendiri.

Dan itu, jika sadar bahwa dirimu berada didunia, yang memang terus menuju perubahan, seharusnya selalu mencari makna rasa didalam perubahan itu sendiri. Dan, bukan berarti dirimu yang harus berubah, menuju ketersesatan didalam dunia rasa. Lantas, bagaimana mungkin dirimu akan bahagia jika semua rasa telah mengendalikan dirimu??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar