Sebenarnya saya ingin bekerja, sebenarnya saya ingin pergi, sebenarnya saya masih mencintai, sebenarnya saya tidak ingin marah, dan sebenarnya saya masih ingin sekolah, sebenarnya saya masih ingin membantu. Sebenarnya saya ingin berbuat baik. Dan semua serba maha sebenarnya.
Jika kita mendengar seseorang yang selalu mengawali kata dengan "sebenarnya", dapat dimungkinkan bahwa orang tersebut akan mengadakan trik untuk pembelaan diri, yang sedang terpengaruh keadaan disekitarnya.
Hal itu menunjukkan bahwa dia masih terperangkap sebagai obyek dari lingkunganya, serta ingin melepaskan diri untuk menjadi subyek. Dan tipe orang ini dapat dipastikan bahwa dia seorang peragu.
Sehingga akan membuat diri kita tidak mudah untuk meraih keberhasilan.
Semakin sering mengatakan "sebenarnya", berarti semakin banyak unsur pembelaan pada dirinya sendiri, untuk melakukan atau tidak melakukan sikap yang diambil, yang diperhalus dengan kata "sebenarnya".
Apakah kita termasuk orang-orang yang berlindung dibalik kata " sebenarnya"????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar