Susah dan bahagia itu menunjukkan dirimu tidak seimbang antara manusia lahir dan batin. Jika dalam keadaan tertentu tidak segera dikembalikan seimbang, akan menjadikan musibah. Baik berupa sakit atau musibah lainnya. Dan itu merupakan puncak dari ketidak seimbangan rasa, untuk segera dikembalikan pada keadaan normal.
Jika tidak segera disadari, ketidak seimbangan itu akan membuat kesulitan, apa penyebab sakitmu. Bahkan seorang dokter sekalipun, sering kali mengalami kesusahan dalam mendeteksi penyebabnya. Sehingga akan membuat dirimu makin sakit, serta akan semakin menderita sampai diketemukan penyebab utama untuk mengobati.
Begitu pula jika dirimu berbuat kesalahan, atau berbuat karma negatif pada orang lain, maka saat itu, dirimu juga berada dalam keadaan negatif. Sebab, tidak mungkin dirimu berbuat negatif pada orang lain selagi dirimu dalam keadaan positif. Seberapa besar perasaan negatif terhadap seseorang, maka sebesar itu pula unsur negatif yang kamu lakukan pada orang itu, serta sebesar itu pula unsur negatif yang tersimpan dalam dirimu.
Ketika unsur negatif sampai puncak, maka dirimu akan mengalami musibah. Jika musibah yang dialami tidak disadari, maka akan kesulitan pula untuk mengembalikan kedalam keadaan normal. Dan akan terus menerus mengalami penderitaan dan kesusahan. Sampai dirimu MENYADARI bahwa musibah itu, adalah akibat dari perbuatan negatifmu pada orang lain.
Begitu SADAR dan mengakui bahwa musibah itu datang lantaran telah berbuat karma, maka sejak saat itu dirimu akan mengarah pada kesembuhan, lantaran muncul penyesalan diri. Jika tidak, musibah itu akan terus secara beruntun kamu alami. Karena KETIDAK SADARAN adalah merupakan lambang; bahwa penyebab penyakit belum diketemukan, lantas bagaimana mungkin ada obat mujarab menuju kesembuhan??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar