Banyak orang yang masih sering berdebat tentang Tuhan. Khususnya bagi mereka yang memeluk agama tertentu.
Kalau sekiranya yang diperdebatkan adalah sebuah pemikiran-pemikiran orang lain yang terdahulu seperti aristoteles; Imam Al Gozali dan lainnya, lantas apa yang menjadi bahan pemikiran kita sendiri??
Segala sesuatu yang telah dikodifikasikan semestinya tidak harus lagi jadi pemikiran. Tugas kita adalah mencari celah dari masalah yang belum terpikirkan, khususnya didalam universitas kehidupan ini. Terlebih lagi jika kita membahas masalah agama. Kenapa semua ini terjadi?? Sebab yang sering dibahas adalah sebuah #nama dan bukan sebuah #entitas.
Semestinya jika kita bicara suatu entitas pasti berbicara sifat. Bicara sifat pasti akan bicara kodrat dasar dan habitat dari masing-masing orang yang telah mengalami sendiri. Dengan begitu, kita tidak akan pernah memperdebatkan lagi suatu nama yang pasti akan bersayap kemana-mana.
Adakah orang yang memperdebatkan 4 X 4 = 16?? Adakah orang yang berdebat tentang cinta; senyum getir; ketawa bahagia, dan lainnya??
Jika kita bicara masalah agama serta turunannya, berarti kita bicara tentang #Rasa. Adakah rasa bisa diperdebatkan selain pernah merasakannya sendiri?? Adakah menangis itu pakai #metoda???
Bagi saya apapun entitasnya, apapun namanya, akan terpulang pada masing-masing pemahaman yang pernah digelutinya.
Sehingga nantinya dapat diterapkan untuk lebih #memudahkan didalam meniti hidup dan kehidupannya sehari-hari.
Sama halnya seseorang bersekolah sampai setinggi-setingginya, apa tujuannya?? Adalah untuk lebih memudahkan didalam menata kehidupan yang lebih baik. Jika ternyata tidak ada perubahan, berarti sekolahnya tidak bermakna ganda. Begitu pula dalam hal agama, maupun yang non agama. Yang penting adalah hasil akhir, terlebih didalam menjaga hubungan sosial yang lebih bermartabat.
Dan dengan membaca serta mempelajari tentang hidup dan kehidupan ini, kita akan lebih memahami didalam mengambil suatu tindakan untuk melangkah kedepannya. Khususnya didalam memilih variabel, sesuai kemampuannya. Ataukah memilih hasil akhir sesuai dengan apa yang menjadi kemauannya. Dan semua pasti akan membawa akibat dari apa yang dipilihnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar