Tujuan seseorang untuk membaca kitab suci atau yang disucikan adalah untuk mendapatkan petunjuk serta kejelasan tentang kitab suci yang ada didalam dirinya.
Didalam membaca kitab suci yang dari luar itu harus benar-benar bisa dipahami tentang isi petunjuk yang harus dilaksanakan. Jika didalam mempelajari petunjuk itu dengan bahasa yang dirimu tidak mengerti, tentu lebih dulu akan mempelajari bahasanya dari mana kitab suci itu berasal. Kemudian baru dirimu akan dapat membaca petunjuk yang ada didalam kitab suci itu sendiri.
Namun yang menjadi kendali bagimu, jika dirimu masih harus belajar bahasa dari kitab itu, butuh berapa lama lagi dirimu bisa membaca petunjuk yang ada didalamnya??
Terkecuali jika dirimu memang berminat untuk menjadi seorang guru bahasa dari mana kitab itu berasal. Tetapi akhirnya juga akan menyimpang dari hakekat asal dari maksud dan tujuan yang terkandung dalam kitab suci itu sendiri.
Jika didalam mempelajari bahasa yang dipakai didalam kitab petunjuk itu begitu lama, lantas kenapa dirimu tidak mempelajari dengan bahasa yang gampang dicerna oleh dirimu sendiri??? Sebab sekalipun dirimu menguasai segala bahasa yang dari luar tubuhmu, dan kamu mengerti maksud dari isi petunjuk itu, tidak akan bisa dirimu merasakan warna rasa saat petunjuk itu kamu baca. Mengapa????
Sebab yang kamu baca adalah sekedar petunjuk bagaimana merasakan warna rasa yang ada didalam dirimu. Dan warna rasa akan dapat dirasakan jika telah membaca kitab suci dari dari dalam dirinya sendiri. Tahukah?? Apa wujud kitab suci dari dalam dirimu sendiri???? Adalah sejarah dari pengalaman rasa yang pernah dialami olehmu. Terutama ketika muncul rasa sebelum terjadinya sesuatu, saat kejadian, sampai akhirnya kejadian itu telah berlalu.
Dan dengan begitu, dirimu tidak akan lagi berkesempatan untuk membaca kitab suci dari luar tubuh. Karena hakekatnya kitab itu adalah juga merupakan rangkuman dari sejarah perjalanan hidup seseorang didalam membaca kitab yang ada didalam dirinya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar