Ketika seseorang memegang dan membaca kitab ajaran ketuhanan, disebutkan itu adalah #kitab_suci. Jika ditanya apa definisi kitab suci; tentu akan mengatakan bahwa kitab itu diturunkan oleh tuhan. Logikanya, jika itu memang kitab suci tentu semua orang yang membaca akan mendapatkan kesuciannya. Namun kenyataannya tidak setiap orang yang membaca mendapat kesucian, mendapat kemudahan. Yang terjadi kehidupannya banyak yang semakin hancur. Terlebih banyak pula yang berlindung dibalik ayat-ayat kesucian itu sendiri.
Menurut saya; semua apapun yang bisa dibaca baik secara tersurat maupun tersirat adalah kitab suci. Baik itu yang konon katanya dari tuhan, atau yang diciptakan oleh manusia, binatang serta seluruh makhluk apapun yang ada dimuka bumi adalah kitab suci. Baik itu surat khabar; media cetak ataupun elektronik, isinya negatif maupun positif adalah kitab suci. Sepanjang semua itu dapat terbaca serta mau dibaca oleh manusia.
Selagi kita masih menyandang predikat #sebagai_manusia, tidak ada sesuatupun yang bukan merupakan kitab suci. Semua adalah kitab suci. Adapun tingkat kesucian kitab yang dibaca, bukan semata-mata dari apa yang disampaikan oleh orang lain. Apalagi jika hanya berdasarkan sebatas kata belaka. Akan tetapi berdasarkan atas fakta yang bermanfaat bagi dirinya. Serta tergantung sepenuhnya dari orang itu didalam mendapatkan nilai-nilai yang terkandung dari apa yang dibacanya. Kemudian dipikirkan, diolah dengan hati dan akalnya untuk bisa dipakai didalam menunjang kehidupannya didunia ini.
Sedangkan unsur-unsur negatif maupun positif bukan dari apa yang terbaca dalam kitab itu. Melainkan tergantung dari sifat, habitat serta kehendak dari para pembacanya sendiri didalam mencapai tujuan yang akan diraihnya. Sebab segala bacaan apapun hanya sebatas variabel. Dan bukan merupakan hasil akhir. Karena semua orang didalam berbuat, bersikap serta berperilaku, tidak akan terlepas dari naluri yang ada didalam diri. Namun, sepanjang dirinya masih sebagai manusia sesuai kodratnya, maka semua yang dapat dibaca #PASTI akan mengarah kepada kehidupan yang jauh lebih baik, serta yang akan berkembang secara terus menerus menuju hasil akhir.
Sebab selagi dirinya sebagai manusia, maka ketika dia membaca dan berbuat, tentu akan selalu dipikirkan terlebih dahulu. Namun yang pasti dari mana seseorang itu memulai, pasti akan mengakhiri. Panjang dsn pendeknya waktu yang dicapai, tergantung dari unsur kesadaran yang muncul untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Serta hasil akhir yang dicapai tergantung pula sampai sejauh mana dia membaca serta mempelajari kitab apapun. Dan tidak penting tersurat maupun tersirat. Tidak penting negatif atau positif. Selain apa yang dijalankan itu akan membawa kebermanfaatan bagi dirinya maupun sesama. Itulah hakekat kitab suci itu yang sesungguhnya.
#Edisi_Puasa_12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar