Partner | KAENDRA Tour & MICE

Selasa, 28 Juli 2015

APA YANG KAU TEMUI ADALAH RAGAMU SENDIRI



Ketika melihat orang, baik sifat dan sikap, maupun prilaku disadari maupun tidak, PASTI akan menimbulkan warna perasaan didalam dirimu. Walaupun orang itu tidak dikenalnya, baik bertemu secara visual ataupun hanya sekedar lewat tayangan di TV. Tidak terkecuali hanya mengenal rasa dimedia sosial, senantiasa akan memberikan gelombang rasa pada dirimu. 

Kemudian secara tidak disadari, dirimu bisa membenci, iri, mengagumi, mencintai, atau dirimu yang ingin tampil pada mereka. Terutama jika dirimu sudah mengenalnya, tentu dirimu akan tertuntun untuk memberi saran dan nasihat, diminta atau tidak ketika melihat sesuatu keadaan yang berbeda dari sudut pandangmu. Dan secara tidak sadar pula ingin mendapatkan perhatian. Mengapa bisa demikian????


Karena secara hakekat dirimu dengan mereka adalah satu adanya. Dirimu dan mereka adalah merupakan satu kesatuan, dimana dirimu yang memandang mereka dari seluruh indra yang ada didalam dirimu adalah berposisi sebagai #dunia_batin, sedang mereka itu adalah merupakan #dunia_raga. Dan jika digabungkan menjadi satu, mereka adalah #ragamu_sendiri.

Sehingga, kenapa didalam ajaran yang terkandung didalam agama apapun dunia ini menyuruh untuk berbuat kebajikan, berbuat keluhuran dan sebagainya. Hal itu semata-mata adalah untuk kebajikan bagi dirimu sendiri. Untuk kebajikan bagi ragamu sendiri. Dengan demikian, dirimu sebagai manusia batin akan #menyatu secara seimbang dengan manusia ragamu. Dan itupun bisa terjadi jika dirimu telah muncul #kesadaran_diri.

Dan itu pulalah kenapa didalam suatu ajaran menyebutkan bahwa kemanapun kau hadapkan mukamu, maka disitu pulalah kamu temui wajah tuhan itu sendiri.

Dan untuk melatih memunculkan kesadaran diri ; bahwa mereka yang diluar tubuhmu itu adalah raga lahirmu, maka mulailah menata dirimu dengan membuang segala anggapan tentang #rasa_keterpisahan antara dirimu dan mereka. Membuang segala perasaan bahwa dirimu dan mereka berbeda. Antara lain: 

beranggapan bahwa dirimu telah berbuat baik dengan sesama. Beranggapan telah berbuat jahat pada mereka. Beranggapan telah berbuat aniaya terhadap mereka, Beranggapan telah menolong mereka, dan sebagainya - dan sebagainya. Apapun alasannya, itu tidaklah benar.

Yang benar adalah; apapun yang kamu perbuat, apapun yang kamu sikapi dan prilaku serta tindakan terhadap segala hal yang ada diluar dirimu, adalah sama dan sebangun dengan memperlakukan #manusia_ragamu_sendiri.

Jika dirimu sudah muncul kesaksian bahwa mereka dan dirimu telah menyatu secara linier, serta menimbulkan 1 gelombang energi yang berkesinambungan, maka teruskan berlatih dengan mengenali entitas-entitas lain selain sesamamu. Dan lakukan yang sama ; bahwa mereka para entitas makhluk apapun yang ada dan berpapasan denganmu, juga merupakan badan kasarmu. Merupakan ragamu sendiri.

Jika sudah menyadari, maka dirimu tidak akan mungkin bertikai dengan segala entitas baik yang sesama makhluk maupun yang berbeda. Karena adanya perbedaan itu terjadi, lantaran dirimu tidak menyadari jika dirimu dan mereka adalah #saudara atau #satu_udara yang dihirup bersama-sama.

Itulah sesungguhnya rahman rahim dan itulah sesungguhnya cinta kasih antara jiwa dan raga. Antara manusia batin dan manusia lahir. Yang akan senantiasa bersama dibumi untuk mengelilingi tata surya sebagai garis edarnya.

#Edisi_peleburan_diri_01


Tidak ada komentar:

Posting Komentar