Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 22 Juli 2015

INFAQ ITU BUKAN MEMINTA PADA JIN

"Pak tris.. apakah infaq yang bapak sarankan itu ada pantangannya?. Soalnya koq begitu mudah sekali mendapat rejeki. Selama ini yang saya sering melakukannya pada orang yang kenal, memberikan pada yayasan tertentu sesuai tuntunan, tetapi koq tetap susah?" 

Itu antara lain isi tilpun dari client tentang infaq. Saya tidak kenal orangnya selain hanya lewat tilpun. Bahkan banyak diantara mereka yang menjalankan infaq, saya tidak kenal sama sekali. Dan mereka merasa aneh koq bisa mudah sekali mereka mendapat kemudahan seperti apa yang diharapkan. Sehingga ada sebagian yang curiga bahwa; kemudahan itu tidak didapat dari tuhan, melainkan dari sebangsa jin, sebangsa tuyul dan lainnya.


Saya jadi merenung; kenapa begitu parahnya pemahaman mereka tentang kemudahan??? Dianggapnya segala kemudahan itu ada pantangannya. Kalau kesukaran tidak ada pantangannya. Entah apa yang telah disampaikan oleh para penyebar ajaran tentang ketuhanan, tentang agama, tentang hati selain hanya untuk menakut-nakuti???

Padahal sesungguhnya jika seseorang telah memahami serta menyadari tentang infaq tidak akan ada kesulitan sama sekali. Tidak akan ada penderitaan sama sekali. Serta tidak akan mengenal pantangan sama sekali. Selain hanya keberkatan yang selalu dialami sepanjang selalu berbuat dan menuai apa yang telah ditanam. Apapun jenis tanamannya. Dengan infaq kita menjadi tangan diatas dengan sebenar-benarnya. Dan infaq itu bukan MEMBERI, tetapi infaq adalah menanam. Mengapa pada orang tidak kenal????? Jawabnya sebagai berikut ;

1.Selama ini kita banyak yang sombong, ingin memberi sesuatu jika mendapat pujian. Bila perlu diberikan didepan orang banyak, ditayangkan di TV dan lain-lain cara dengan harapan akan mendapat #pujian_tersembunyi;

2. Yang dibutuhkan didalam infaq bukan masalah uang dan atau nasi yang diberikannya. Tetapi adalah adanya gelombang getaran yang dirasakan oleh orang yang menerima infaq itu; 

3. Seberapa besar gelombang getaran yang dirasakan penerima infaq akan pula berimbas pada pemberi infaq;

4.Seseorang yang tiba-tiba tanpa disadari mendapat suatu pemberian dari orang yang tidak kenal dan tanpa diduga, pasti akan terkejud. Apalagi apa yang diberikan akan membuat kebahagiaan bagi penerimanya, serta yang menjadikan kebutuhan, tahu-tahu ada orang yang memberi;

5.Kalau kita memberikan pada suatu yayasan sosial, itu sah-sah saja, tetapi itu adalah suatu PEMBERIAN atau SEDEKAH. Tetapi jangan sekali-kali pemberian itu diharapkan untuk mendapatkan pahala atau apapun jenisnya ;

6. Dengan memberikan pada orang-orang yang tidak dikenal, sama sekali tidak ada unsur pamrih pada yang diberi, serta tidak akan menimbulkan unsur riya' bahkan harus memunculkan unsur #pemurah. Sedang kalau pada orang yang kenal akan muncul #penilaian bahwa pemberi adalah #seorang_dermawan. Dan sifat dermawan bukan merupakan sifat tuhan yang asli, melainkan merupakan #Akibat_sifat_pemurah_dan_penyayang ;

7. Dengan memberikan pada orang yang tidak dikenal, kita harus memunculkan sifat #penyayang pada orang yang menerima, seolah orang yang mendapatkan infaq, adalah #orang_yang_kita_kasihi ;

8. Dengan adanya sifat pemurah dan penyayang maka unsur nafsu yang ada dalam diri kita akan menyatu dengan sifat tuhan itu sendiri, sehingga secara otomatis hati sanubari atau hati nurani benar-benar berfungsi secara otomatis. Sehingga akan mempermudah kita yang semula sebagai entitas makhluk pada umumnya, akan berubah menjadi #entitas_manusia yang sesungguhnya. Tidak hanya abal-abal. Tidak hanya namanya saja sebagai manusia, tetapi sikap dan perilakunya serta tindakannya juga sebagai manusia ;

9.Setelah kita telah menjadi manusia, maka kita akan dapat belajar untuk menerapkan sifat-sifat tuhan yang lain sebagai hamba Allah secara nyata ;

10. Setelah menjadi hamba Allah, baru kita bisa menjadi wakil dari Allah itu sendiri atau khalifatullah yang bertugas untuk memayu hayuning bawana yang essensinya adalah untuk menjaga putaran eko sistem sehingga akan selalu dapat mengikuti putaran semesta, putaran jaman secara alami.

#Edisi_khusus_0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar