Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 20 Juli 2015

BERBHAKTI ITU MENYURUH DIRINYA SENDIRI



Pada dasarnya seseorang yang sedang, sholat, sembahyang, ibadah dan lain-lainnya hakekatnya adalah untuk menyuruh dirinya sendiri. Dan merupakan kesalahan yang amat besar jika seseorang melakukan ibadah serta menyampaikan doa kepada Tuhan lantas malah diam dan menunggu tuhan akan mengabulkan doanya. 

Padahal, ketika seseorang menyampaikan doa diikuti ibadah itu, hakekatnya adalah semata-mata meminta ijin untuk #menyuruh_dirinya_sendiri. Bukan menunggu agar tuhan mengabulkan apa yang jadi permohonannya. Apalagi permohonan itu diikuti dengan wajah susah sambil menangis. Itu tidak akan ada artinya sama sekali. Dan yang dikabulkan oleh tuhan adalah permohonan ijin itu sendiri.


Jadi ketika seseorang selesai memohon ijin kepada tuhan, segeralah melaksanakan apa yang diucapkan. Dan tidak perlu memohon berkali-kali dalam masalah yang sama. Permohonan berkali-kali menunjukkan bahwa seolah-olah tuhan tidak mengabulkan. Memangnya tuhan tidak mengetahui? Bahkan kendatipun tidak meminta, tuhan pasti tahu bukan???

Selama ini terjadi distorsi pemahaman bahwa yang dimaksud memohon pada tuhan itu adalah sampai terkabulkan secara nyata seperti halnya ketika kita meminta suatu barang pada orang lain, lalu barang itu kita terima. Kita lupa bahwa tuhan itu maha ghaib, apakah lantas apa yang diminta akan jatuh dari langit???

Jadi intinya adalah ; saat kita memohon kepada tuhan, dengan doa dan ibadah, maka yakinilah bahwa detik itu juga tuhan pasti langsung mengjinkan secepat apa yang kita niatkan. Baik terucap maupun dalam hati.

Dan dengan adanya ijin tuhan itu segeralah melangkah atau melaksanakan untuk menyuruh dirinya sendiri sebagaimana yang dikehendaki. Jika setelah adanya ijin dari tuhan untuk menggunakan jiwa dan raganya, tetapi masih tetap tidak melaksanakan, tentu kita akan mendapatkan kerugian yang mendalam. Sebab untuk apa meminta ijin tetapi tidak melaksanakan surat ijinnya. Ibarat kita meminta ijin untuk membangun suatu gedung perkantoran, pembangunan jalan pada pemegang otoritas, tetapi tidak segera membangun. Lalu bagaimana mungkin bangunan itu akan cepat selesai??

Apalagi ketika kita sudah menetapkan waktunya untuk mengeksekusi sampai hasil akhir. Sehingga ijinnya menjadi tidak bermakna.

Jadi itulah sesungguhnya hakekat kebhaktian kepada tuhan, yakni memohon ijin untuk menyuruh dirinya sendiri. Jiwa dan raganya, akal dan pikirannya, maka hati manusia akan menuntun menuju keberhasilan sesuai dengan ijin yang diberikan tuhan kepada kita.  
Terakhir :" sesungguhnya tidak ada daya dan kekuatan tanpa pertolongan tuhan itu sendiri'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar