Jika dirimu ingin mengenal tuhan yang ada didalam dirimu, buanglah seluruh bahasa yang ada didunia ragamu, termasuk seluruh bahasa apapun yang dianggap suci oleh entitas tertentu. Sebab segala bahasa yang telah dikodifikasikan tidak akan pernah bisa didapatkan kesucian, selain hanya sebatas pengakuan dari orang-orang yang memujanya. Sebegitu dirimu memujanya, maka dirimu akan terpuruk pada bahasa suatu kaum dan bukan bahasa dari tuhanmu sendiri.
Dan untuk mengenal tuhan maka tidak dikenal istilah bahasa yang suci apalagi disucikan. Sebab semua bahasa adalah merupakan hasil akhir dari bangunan nafsu untuk berinteraksi dengan orang lain. Dan bukan untuk mengenal tuhan tetapi untuk saling mengenalkan tentang masing-masing nafsu yang dimiliki pada orang lain. Dan juga, dirimu hanya akan mengenal #tentang_tuhan, dan bukan #mengenal_tuhan.
Jika dirimu ingin mengenal tuhan yang sebenarnya, adalah jika dirimu sudah tidak lagi memakai salah satu bahasa apapun. Dan bahasa yang dipakai adalah bahasa dari #rasamu_sendiri. Sebab mungkinkah tuhan akan memakai bahasa yang tidak akan kamu mengerti??
Padahal adanya tuhan itu adalah semata-mata untuk selalu memberi peringatan padamu, yang tidak mungkin akan memberi peringatan yang sia-sia.
Tetapi yang terjadi; dirimu malah meninggalkan bahasa Tuhan, dengan bahasa seseorang atau bahasa kaum. Dan lebih celaka lagi kamu malah meninggalkan bahasa kaummu sendiri, serta berpindah kepada bahasa kaum lain yang asing tidak hanya bagimu tetapi juga bagi jiwamu.
Lalu bagaimana mungkin jiwa akan bisa mengendalikan rasa dan perasaanmu, jika bahasanya saja tidak dikenalnya. Kendatipun kamu mampu mempelajarinya, tetapi bukan bahasa murni dari ibumu yang telah mengajarimu sejak didalam kandungan, yakni dengan #bahasa_rasa yang telah ditanam didalam sanubarimu.
Jadi; jika dirimu memang benar-benar menghendaki untuk mengenal tuhanmu dan bukan tentang tuhan, gunakanlah bahasa rasa yang ada didalam dirimu, yang memang sudah ada sejak dirimu berumur 7 bulan didalam kandungan ibumu.
#Edisi_khusus_01
Tidak ada komentar:
Posting Komentar