Partner | KAENDRA Tour & MICE

Minggu, 05 Juli 2015

PENGISIAN ENERGI PERMATA DAN BATUAN



Pada dasarnya semua benda apapun, baik benda asli dari alam yang belum dibentuk, maupun ciptaan manusia seperti kertas, logam, emas permata, mutiara pasti mengandung energi. Dan tidak akan bisa disebut benda atau materi jika tanpa energi. 

Fungsi energi ini sebenarnya mengandung unsur untuk menarik energi dari dalam diri pemakainya, agar lebih dominan yang membentuk aura pada raga. Dengan begitu akan lebih mempercepat pemiliknya untuk mencari pasangan energi dari luar dirinya. Adapun jenis energi benda tersebut, sesuai dengan namanya secara permanen, maka disitu pula sifat energi yang mendasari bagi sipemakai untuk kepentingan tertentu. Sehingga akan dikenal dengan istilah kecocokan antara sifat dominan pada orangnya, serta sifat yang terkandung didalam energi benda itu.


Namun demikian, sesungguhnya kita bisa mengisi tambahan energi kedalam benda tersebut, sesuai dengan kehendak pemakainya untuk keperluan didalam mencapai cita-citanya.

Pengisian energi ini, adalah untuk menghindari ketidak cocokan energi yang ada didalam bendanya, sehingga akan bisa bersifat fatal terhadap pemakainya. Mengapa?? Karena timbul tolak menolak antara energi yang ada didalam diri orang itu, dengan energi didalam bendanya. Apalagi jika benda itu merupakan asli dari alam, atau sudah diisi oleh orang yang mengerti energi. Sedang benda yang diisi bisa menyimpan energi secara permanen. Antara lain besi dan baja, nikel dan lain-lain. 

Disamping itu adalah untuk menyesuaikan; antara benda yang warna dan jenisnya menjadi kesukaan. Tetapi energinya tidak disukai. Atau sebaliknya, energinya disukai, tetapi jenis dan warna bendanya tidak menarik.

Khusus mengenai pengisian terhadap batuan ikon dan permata, ada cara mudah didalam mengisi atau memasukkan energi yang menjadi kehendaknya. Yakni dengan cara sebagai berikut :
1. Pilih batu permata atau batu akik yang paling disukai, baik warna maupun jenis;

2. Taruh dibawah bantal dan ditiduri selama 3 hari. Dengan tujuan supaya energi yang ada didalamnya, bisa menyatu dan mencari pasangan energi dari dalam dirinya ;

3. Kemudian, cari waktu malam hari yang sekiranya kita dalam suasana tenang, tidak susah, atau tidak sedang marah, gembira dan lainnya. Tengah malam sekitar jam 23.30 adalah waktu yang amat tepat;"

4. Kemudian sambil duduk, batuan yang akan diisi, dipegang dengan 3 jari(jempol; telunjuk dan jari tengah) sebelah kiri.

5. Lalu sambil melihat batu yang dipegang kemudian memejamkan mata. Lalu bernafas dengan pelan, ikuti nafas turun naik tanpa ditahan. Dan rasakan batuan dengan lembut, seolah penuh kasih tanpa menekan batunya;

6.Setelah beberapa lama(sesuaikan dengan kehendak hati), lantas kita membuka mata, dan jari telunjuk serta jari tengah sebelah kanan; dekatkan dengan batuan yang dipegang oleh ketiga jari kiri. Berjarak sekitar 1 sampai 1.5 cm.

7. Masukkan kehendak dalam hati apa energi yang diinginkan, untuk masuk kedalam batuan itu.

8. Setelah beberapa saat, dan sudah ada kontak dalam diri, lalu kedua jari kanan itu diputar-putar searah jarum jam dengan tidak bernafas. Sampai ada kontak pula dengan energi dalam batuannya. Jika sudah terasa berat, terus diputar, kedua jari kanan ditarik keatas kebawah, diputar lagi. Begitu seterusnya diulang sampai 3 kali.

Maka pengisian sudah selesai, dan batuan itu sudah dapat dipergunakan, serta sudah memiliki tambahan energi, sesuai dengan kehendak pemiliknya. Dan energi ini akan tetap berada didalam, sampai yang mengisi sudah meninggal, atau mencabut kembali isi energinya.

 Dan agar lebih kokoh serta bercampur dengan energi kasih, bisa ditambahi dengan infaq 2 lembar uang. Dan diberikan pada 2 orang yang tidak dikenal( laki-laki dan perempuan).

Semoga bermanfaat. 


#Edisi_lailatul_qodar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar