Tadi malam menjelang buka puasa terjadi konyungsi antara planet Venus dan Yupiter diufuk barat sekitar 0.3 derajad. Disebut bintang Betlehem karena saat kedua planet itu beredar mengelilingi matahari nyaris berdekatan sehingga seolah menjadi 1 cahaya yang amat terang, bertepatan dengan lahirnya Yesus Kristus. Cahaya terang dilangit tersebut merujuk pada posisi dimana Yesus kristus terlahir yakni diarah Bethlehem.
Bagi saya ini merupakan fenomena yang langka dimana cahaya terang yang nampak dilangit Nusantara, bahkan lebih terang dibanding penampakan yang dulu pernah terjadi di Amerika adalah merupakan semiotika, atau tanda-tanda yang nyata bagi masyarakat Indonesia sendiri.
Jika kita runut lagi sejak 1 tahun yang lalu banyak rentetan fenomena alam yang langka yakni sebagai berikut :
1. Munculnya gerhana merah pada sekitar April dan September 2014;
2. Awal terjadi Boomingnya batuan permata dan Akik yang menjadi Ikon di Indonesia;
3.Gerhana merah ini diulangi lagi pada April 2015 dan akan dilanjutkan lagi pada sekitar 28 september 2015;
4. Juga bersamaan dengan diketemukannya batu lavender yang amat indah seberat 2 kwintal di daerah jawah tengah, oleh 2 orang kakak beradik pencari rumput, sehingga dia menjadi kaya raya mendadak;
5. Bersamaannya waktu antara hari raya Waisyak untuk penganut Budha, dan Nisfu Sya'ban untuk penganut Islam, bertepatan harinya yakni 2 juni 2015;
6. Bersatunya penetapan hari puasa yang hampir dilakukan ummat islam sedunia, khususnya untuk Muhammadiyah dan NU;
7.Bangkrutnya Negara Yunani yang gagal bayar hutang pada IMF, dan Jatuhnya pesawat Hercules di Sumatra.
8. Dan tadi malam munculnya kembali Bintang Bethlehem yang juga menjelang puasa ke 14 atau menjelang Purnama.
Apa semiotika yang kita dapatkan???
Kita akan membahasnya bersama-sama. Namun yang jelas semua itu adalah menunjukkan bahwa Isa Almasih didalam kalangan Islam, disebutkan adalah seorang Nabi yang diangkat oleh Allah kelangit untuk diselamatkan, dan akan kembali diturunkan kedunia ketika menjelang kiamat untuk memerangi Dajjal.
Sedangkan dikalangan agama masehi yang dikenal dengan sebutan Yesus Kristus, adalah merupakan Sang Juru selamat yang bangkit dari kematiannya setelah 3 hari disalib. Kemudian menyebarkan ajaran cinta kasih.
Menurut saya, semua yang ada dialam semesta ini, senantiasa tercipta dalam keadaan sepasang. Dalam artian jika sudah muncul sepasang, maka akan menjadikan sebuah semiotika. Dan semiotika kali ini, adalah berupa bintang Bethlehem yang sebenarnya merupakan 2 planet yang berkonyungsi. Planet adalah merupakan benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri. Semua cahaya merupakan pantulan cahaya matahari yang menjadi pusat garis edarnya. Artinya, bahwa kedua penganut agama yang sama-sama memiliki kekuatan besar, namun sudah lama kehilangan pegangan, lantaran kedua pemimpinnya sudah tidak ada lagi selain lewat kitabnya masing-masing. Dimana untuk kaum Kristiani merupakan implementasi ajaran #kasih lewat Injilnya. Sedangkan kaum muslim merupakan implementasi dari ajaran #Akal lewat Al Qur'an.
Dan fenomena sepasang ini menunjukkan bahwa manusia, khususnya yang ada di Indonesia, harus benar-benar mempersatukan antara akal dan rasanya. Untuk bersatu padu, saling isi mengisi, antara yang satu dan yang lain, bagaikan sepasang suami istri. Jika tidak, maka akan hancur berantakan. Karena kedua tokoh besar tersebut antara Yesus Kristus dan Muhammad, akan bersatu padu untuk menghancurkan domba-domba yang sesat, serta para ummat yang seolah beriman, tetapi hanya sebatas kata tanpa fakta.
Untuk itu lewat status ini saya mencoba untuk mengangkat menjadi suatu studi pembahasan bersama-sama. Semoga menjadi bahan renungan yang bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar