Dalam beberapa hari ini banyak orang yang menyampaikan pada saya, bahwa mereka akan selalu berusaha tidak membebani pikiran. Bahkan akan selalu mengosongkan pikirannya. Saya jadi bingung. Akan mengosongkan pikiran???? Lantas setelah pikirannya kosong, mau diapakan, dan kedudukan pikiran lantas mau diisi apa????
Semua orang yang masih bernama manusia harus selalu berpikir. Dan supaya bisa berpikir tentu didalam pikiran harus ada beban yang untuk dipikirkan. Jika tidak ada beban, lantas apa yang akan dipikirkan?? Dan untuk apa manusia mempunyai pikir jika tidak digunakan untuk berpikir??? Justru dengan berpikir itulah yang membuat seseorang menjadi sehat. Jika tidak berpikir, sama halnya tubuh kita disuntik, tapi tidak ada cairan obat yang dimasukkan, selain hanya udara saja yang ada didalam jarum suntiknya, kemudian disuntikkan pada nadi seseorang. Apa yang terjadi????
Begitu pula otak manusia, tentu ada rongga udara. Jika tidak diberi beban pikiran, maka otak manusia akan tumpul, bisa melamun dan lain-lain. Dimana hal itu karena pikiran tidak diberi beban.
Banyak orang salah tafsir tentang pengosongan diri, atau pengosongan beban dalam pikiran. Padahal maksudnya adalah setiap kita memiliki beban pikiran, harus diselesaikan sampai tuntas. Atau sampai menghasilkan buah pikiran. Kemudian buah pikiran itu diwujudkan lewat sebuah tindakan pelaksanaan. Begitu beban pikiran sudah habis, cari beban yang lain yang sekiranya bisa dipikirkan. Begitu secara terus menerus secara berkesinambungan sampai kita waktunya tidur. Begitu pula besok paginya. Memberikan beban, berpikir, menyelesaikan dan melaksanakan buah pikir.
Dengan begitu ketika kita ada beban pikiran pasti ada energi rasa yang masuk pada pikiran baik sadar maupun tidak. Ketidak sadaran didalam berpikir lantaran adanya energi rasa yang masuk dalam pikiran tidak sesuai dengan warna rasa yang dibutuhkan oleh kehendak rasa. Sehingga pikiran akan #terbebani_warna_rasa. Yang bisa saja jenis energinya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pikiran manusia.
Dari mana energi rasa itu??? Adalah berasal dari liver manusia tempat folder nafsu sekaligus sebagai tempat warna-warna energi yang dibutuhkan pikiran sesuai kehendak jiwa. Dan juga untuk memudahkannya, maka warna energi itu diberi inisial warna: putih; merah; kuning; hitam dan hijau. Dimana inisial energi itu sekaligus menunjukkan arah mata angin seperti yang saya sampaikan kemarin serta sekaligus untuk menunjukkan kearah mana kehendak jiwa akan mengeksekusi beban pikiran. Yang selanjutnya keluar raga mencari pasangan buah pikiran agar bisa menjadi kenyataan.
Jadi intinya setiap manusia harus selalu membebani pikirannya sesuai dengan kemampuan pikiran masing-masing. Yang tidak boleh adalah terbebani. Segala sesuatu yang bersifat terbebani akan menimbulkan keterpaksaan dan ketidak sadaran. Dalam hal apa??? Dalam hal berpikir, khususnya didalam meramu warna rasa yang dibutuhkan serta tempat kedudukan warna energi yang dibutuhkan sekaligus arah tujuan menggabungkan 3 energi kehendak dalam dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar