Partner | KAENDRA Tour & MICE

Senin, 31 Agustus 2015

EKSISTENSI DALANG DIBALIK WAYANG




Ada 3 jenis wayang yang saya ketahui yakni wayang kulit ; wayang orang dan wayang golek atau wayang boneka. Yang menurut saya dalang merupakan eksistensi tuhan pada entitas manusia yang diaplikasikan kedalam 3 jenis wayang tersebut.

1. Wayang kulit : Merupakan gambaran manusia semasa masih bayi sampai dewasa. Dimana sepenuhnya fungsi dalang adalah mengisi karakter anak sesuai wadah atau raga/dari karakter wayang kulit tersebut. Keduduka. Dalang atau tuhan diaplikasikan pada kedua orang tua, ayah dan ibu sebagai sindennya. Semakin pandai dalang didalam pengisian karakter anak sampai dewasa, maka dalang akan dikagumi oleh masyarakat serta anak akan bisa memerankan karakter seperti yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya; sebab fungsi wayang bersifat statis, semua tergantung dari peran tunggal dari dalang, dibantu sinden sebagai ibu;


2. Wayang orang ; merupakan gambaran dari anak yang sudah dewasa. Dimana fungsi dalang dan wayang telah menyatu dalam dirinya. Apa yang yang pernah ditanamkan oleh kedua orang tua telah menyatu dalam dirinya serta sudah menjadi karakter didalam kehidupan sehari-hari yang akan menjadikan sikap prilaku sebagaimana perilaku sifat wayang yang tertanam didalam dirinya. Sehingga tanggung jawab untuk berhasil dan tidaknya membawa peran, sepenuhnya ada didalam dirinya masing-masing. Baik dan buruknya, benar dan salah sudah menyatu kedalaman diri sesuai dengan penilaian masyarakat dimana mereka tinggal;

3. Wayang Golek/boneka : Merupakan gambaran dari penyimpangan kedua wayang diatas. Serta merupakan perpaduan antara keduanya. Dimana bentuk wayang sdh 3 dimensi seperti gambaran manusia itu sendiri. Tetapi pengendalinya sepenuhnya ditangan dalang. Hal ini menggambarkan bahwa orang-orang yang memerankan sifat dari wayang tersebut hanya sebatas memerankan belaka. Tetapi pengendalinya ada diluar raga. Dalam artian bahwa orang-orang yang tidak memiliki jatidiri, serta masih tergantung sepenuhnya dari siapa dalang yang mengendalikan dirinya persis seperti boneka. Persis seperti manusia robot yang berjalan tetapi jiwanya tetap dimiliki oleh dalang tersebut.

Intinya : bahwa didalam kehidupan entitas manusia memiliki 3 karakter dalang. Tinggal mana yang akan kita pilih. Serta konsisten terhadap pilihan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar