Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 05 Agustus 2015

TUGAS MANUSIA MENCIPTA, BUKAN MEMINTA



Seluruh manusia itu merupakan makhluk yang sempurna setelah melalui proses evolusi yang amat panjang. Sejak dari makhluk bersel satu sampai menjadi makhluk khewan atau binatang. Habitat khewan atau binatang ini didalam mempertahankan kehidupannya adalah dengan cara mengambil, atau merampas makanan baik dari yang 1 entitas maupun dari entitas binatang yang lain.


Ketika dengan berangsur-angsur menjadi manusia, maka diharapkan untuk berusaha mencipta didalam memenuhi keberlangsunhan kehidupannya. Semakin banyak dan semakin sering seseorang menciptakan sesuatu demi kehidupannya, maka akan semakin berkurang unsur makhluk yang ada didalam dirinya. Sehingga sifat makhluk yang juga sekaligus merupakan sifat nafsu, akan semakin bisa dikendalikan. Semakin banyak unsur-unsur yang dikendalikan, akan semakin sempurna sifat Dzat yang maha sempurna, merasuk pada dirinya. Sehingga sifat-sifat binatang akan sirna dalam dirinya. 

Tetapi didalam kenyataan yang nampak sehari-harinya, semakin banyak sifat mencipta hilang pada diri manusia. Semakin lama justru sifat meminta semakin dominan.

Sebegitu sifat meminta ini semakin dominan, dan semakin sering dilakukan oleh seseorang, maka turunan sifat tuhan yang melekat pada diri manusia yaitu mencipta, akan semakin hilang. Jika sifat itu semakin hilang, maka akan semakin terjadi degradasi sifat. Yakni yang semula #pencipta akan turun menjadi #peminta. Dari sini akan turun lagi menjadi #pemeras kemudian #pencuri #perampok bahkan bisa menjadi #pembunuh.

Jika sudah demikian, ini akan lebih berbahaya dibandingkan dengan binatang yang asli. Mengapa??? Karena raganya sempurna sebagai manusia, tetapi seluruh perangkat yang ada dalam dirinya termasuk akalnya, adalah melebihi binatang itu sendiri.

Untuk itu jika kita ingin mengantisipasi sifat pencipta supaya tidak turun derajadnya, perbanyaklah untuk mencipta dan bukan meminta. Dan supaya bisa mencipta, perbanyalah untuk berpikir. Dan supaya banyak untuk berpikir dan selalu menemukan buah pikir menuju hasil akhir, perbanyaklah membaca.

Sehingga dengan begitu semakin banyak sifat mencipta yang ada didalam diri, maka semakin sempurna pula sifat kemanusiaan yang ada serta akan semakin hilang sifat-sifat khewani. Dan itulah sesungguhnya wujud dari tuhan itu sendiri. Dimana manusia adalah merupakan wujud tuhan. Dan ghaib manusia adalah tuhan itu sendiri.

Jika diri kita tidak mau melaksanakan tugas pokoknya untuk membaca dan berpikir, maka tidak akan bisa melaksanakan sifat untuk mencipta. Yang ada hanya raganya sebagai manusia. Tapi sifatnya tidak lepas dari serigala, yakni homo homini lupus.

#Edisi_penciptaan_05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar