Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 19 September 2015

KESEIMBANGAN ANTARA HIDUP DAN KEHIDUPAN




Yang dikatakan seimbang antara hidup dan kehidupan itu adalah jika KEBUTUHAN dan KEINGINAN itu juga seimbang. Dan jika dirimu menghendaki untuk menuruti apa yang menjadikan keinginanmu tercapai, maka naikkanlah dahulu tingkat kebutuhanmu. Baru setelah itu keinginanmu akan mudah tertuntun untuk naik sejajar dengan kebutuhanmu. Begitu sudah sejajar, naikkan lagi kebutuhanmu, maka keinginanmu akan kembali naik mengikuti kebutuhanmu.


Tetapi jika engkau menaikkan keinginanmu lebih dulu, maka kebutuhanmu akan sulit bisa mengikuti volume kenaikan dari keinginanmu. Sebab kecepatan kenaikan kebutuhan itu sifatnya deret hitung secara terukur. Sedangkan kenaikan dari keinginan sifatnya tidak terkendali. Sebab yang jadi tolok ukurnya adalah tingkat kebutuhan itu sendiri. Dan posisi kebutuhan itu akan menjadi ukuran bagi jiwamu untuk menaikkan keinginan. 

Sebaliknya jika kebutuhan sudah naik dan keinginan tidak naik, maka cepat atau lambat kebutuhan akan kembali turun. Dan hal itu bisa terus menerus terjadi, sehingga dirimu tidak akan mempunyai keinginan apapun lagi. Disitulah yang disebutkan dirimu telah putus harapan. Dan jika keinginanmu yang naik melebihi kebutuhanmu akan ada kemungkinan akan jauh meninggalkan kebutuhanmu tanpa kendali. Dan akan muncul keserakahan. Sehingga kamu disebut lupa diri dan atau lupa daratan. Akibatnya akan merusak manusia batinmu.

Kesadaran hal itulah yang harus senantiasa dijaga keseimbangannya oleh jiwamu, sesuai dengan perkembangan lahir dan batinmu, agar selalu mengikuti perkembangan alam diluar ragamu yang selalu berkembang. Sampai kapan perkembangannya?? Adalah sampai alam yang melingkupi mikro didalam dirimu, sudah tidak bisa berkembang lagi. Kemudian jagalah keseimbangan itu untuk tetap dalam posisi yang sama, tanpa harus naik dan turun lagi. 

Dengan begitu, maka hidup dan kehidupanmu akan senantiasa terjaga dalam kesadaran sampai dirimu menghendaki untuk kembali kepangkuan bumi. 

Jika keseimbangan itu tidak dijaga, maka akan merusak seluruh perangkat yang ada dalam dirimu. Serta akan menyebabkan akal dan pikiranmu tidak bisa dipergunakan sebagai mana mestinya ketika awal tercipta. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar