Banyak sekali orang yang bertanya tentang arti mimpi yang dialami. Dan banyak pula yang mengatakan jika mimpi itu bunga tidur, dan dilarang untuk mempercayainya. Serta bermacam-macam komentar tentang sebuah mimpi. Mengapa?? Karena hati kecilnya mengatakan pasti mimpinya mengandung arti. Apa benar begitu??
Bagi saya pribadi mengatakan bahwa seseorang yang bermimpi, pasti mengandung arti bagi orang yang bermimpi. Dan mimpi tidak mengenal istilah apakah orangnya selesai sembahyang atau tidak. Bahkan mimpi seorang perampok sekalipun, pasti memiliki arti yang bermaksud untuk memberikan pesan kepada orang bermimpi. Tetapi kenapa ketika mimpinya ditanyakan pada orang lain, terutama pada orang yang dianggap mumpuni untuk mengartikan mimpinya lantas dikatakan bahwa mimpinya itu bunga tidur?? Atau disebut itu dari bisikan setan? Hal itu karena orang tersebut tidak mampu untuk membaca arti mimpinya dan disarankan untuk tidak dipercaya. Padahal menurut saya, karena yang ditanya tidak mampu untuk menjawab. Daripada jawabannya salah dan khawatir tidak tepat dengan apa yang akan terjadi, sehingga mengatakan demikian.
Mimpi itu adalah merupakan pesan yang tersembunyi bagi yang bermimpi dari otak bawah sadarnya. Untuk apa muncul mimpi jika tidak mengandung arti??
Untuk mengetahui apa makna pesan itu, maka harus direnungkan dahulu apa yang menjadi pikiran sebelum dia bermimpi. Dan jika tidak ada, cari terus mundur kebelakang sampai maksimal 100 hari sebelum dia bermimpi.
Dan renungi substansi dari mimpi itu. Nanti akan diketemukan arti pesan dimaksud. Antara lain menyangkut segala hal yang berkaitan dengan sisa-sisa buah pikiran yang belum terselesaikan untuk dilaksanakan. Atau segala sikap prilaku yang telah dilaksanakan, serta dampak yang akan dihasilkan.
Dan mimpi, adalah merupakan salah satu jalan dari manusia batin untuk mengadakan hubungan dengan manusia lahirnya. Ketepatan didalam mengartikan mimpi, tergantung sepenuhnya dari ketepatan orang tersebut didalam mengurai antara pikiran dan jenis mimpinya.
Mimpi juga merupakan sarana untuk melatih manusia lahir berhubungan dengan manusia batinnya. Yakni ketika manusia lahir mengalami kesulitan didalam memecahkan masalah. Jika tidak pernah digubris lambat laun dia tidak akan pernah bisa melatihnya untuk mengenal apa yang menjadi pesan dari manusia batin.
Apalagi jika setiap dia bermimpi lalu orang lain yang disuruh untuk mentakwilkan, sehingga bisa saja makna mimpi itu akan tercemari oleh warna rasa dari pentakwilnya sendiri.
Oleh karena itu jika kita bermimpi, usahakan untuk berlatih menangkap maksud dari mimpinya.
Lalu mencocokkan sampai pesan dalam mimpi itu terjadi, hasilnya seperti apa. Jika setiap mimpi selalu orang lain yang disuruh memaknai, maka dia tidak akan percaya diri. Lalu untuk apa diberi mimpi jika tidak pernah dimaknai sendiri. Akibatnya akan menjadi mimpi yang tidak bermakna.
Semestinya dengan bermimpi, akan merupakan kesempatan emas untuk terus berlatih mengartikannya. Karena itu adalah merupakan semiotika bagi dirinya sendiri. Khususnya untuk bisa membaca hal-hal sebelum terjadi sehingga akan tertuntun untuk membaca pesan-pesan berikutnya lagi melalui pesan-pesan lain yang bukan mimpi. Bahkan jika sudah mahir dan terlatih bisa langsung bertanya pada diri batinnya untuk memberikan petunjuk atau bantuan terhadap seluruh permasalahan yang sedang dialami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar