Sampai detik ini belum ada seorangpun didunia yang menemukan sebab-sebabnya kenapa jantung letaknya dirongga dada sebelah kiri diantara kedua paru-paru.
Dan saya yakin bahwa hal itu tidak hanya terjadi pada alam manusia saja. Akan tetapi juga terhadap seluruh entitas makhluk yang ada. Mengapa??
Karena seluruh mahkluk yang ada khususnya manusia tidak akan mungkin ada secara tiba-tiba. Melainkan lewat proses yang amat panjang sejak bumi masih berbentuk cairan yang amat panas sekali pada jutaan atau bermilyard tahun yang lalu. Dan ada 5 macam teori tentang pembentukan bumi, tetapi saya tidak membahasnya.
Semua benda-benda yang ada ditata surya itu senantiasa bergerak dan berputar. Mulai dari mikro kosmos sampai makro kosmos. Dimana bergerak dan berputarnya senantiasa berlawanan dengan jarum jam yakni dari kanan menuju kekiri. Begitu pula dengan bumi yang senantiasa berputar dari kanan kekiri. Masing-masing berputar dari porosnya sambil bergerak kearah kiri memutari matahari sebagai garis edarnya. Dan matahari sebagai poros putaran tentu akan dijadikan landasan oleh planet-planet yang ada. Karena terjadinya sekitar 250.000.000 tahun secara terus menerus tentu bumi akan semakin memadat. Sehingga akan mulai muncul kehidupan yang berjenjang mulai makhluk derajad yang terendah sampai derajad yang tertinggi yakni manusia itu sendiri.
Apa hubungannya dengan jantung??
Jantung manusia adalah merupakan sumber atau pembangkit listrik awal dalam tubuh manusia. Jantung merupakan materi, dan seluruh materi tidak akan lepas dari induknya yakni bumi. Dan bumi berputar dari kanan kekiri. Disamping itu manusia itu juga merupakan miniatur dari alam semesta yang berpusat dijantung.
Sehingga saat jantung itu tercipta maka akan membentuk organ-organ manusia yang ada tentu akan mengikuti habitat dari jantung itu sendiri sejak manusia didalam kandungan. Dari tidak berbentuk menjadi berbentuk. Maka ketika otak tercipta juga tidak akan lepas dari habitat dasar.
Dan apa yang diulas oleh Andrew Lee Tjandra memang benar adanya. Bahwa : disimbolkan oleh jantung yang merupakan pusat kehidupan. Dan pikiran disimbolkan oleh organ otak kiri, serta sama-sama diciptakan dan ditempatkan di sebelah kiri pada sisi yang sama. Hal itu mengartikan bahwa pikiran dan roh (yang adalah diri kita yang sesunguhnya) harus selaras. Sedangkan akal keduniawian ragawi, yang disimbolkan oleh liver ( duniawi yang hanya sebuah ilusi), bertentangan dengan spiritualitas kebenaran dan realita yang sesungguhnya. Sehingga liver ditempatkan berseberangan dengan jantung dan otak kiri yang saling berlawanan.
Disamping itu, tugas jantung adalah untuk mencipta kehidupan maya ini dari otak kanan menuju dunia pemrograman yakni otak kiri. Sehingga akan selalu berputar dari non empiris menuju empiris. Atau sesuai dengan schema dasar yang pernah saya tuliskan terdahulu. Yakni dari tidak ada menuju ada. Begitu seterusnya. Mengapa harus dari non empiris???
Karena volume non empiris itu merupakan otak bawah sadar yang lebih besar sekitar 88 persen. Sedangkan otak kiri lebih kecil atau 12 persen.
Jadi dengan adanya jantung diletakkan disebelah kiri, karena semua yang ada dialam semesta ini senantiasa bergerak dan berputar yang arahnya juga kekiri. Bukankah orang-orang yang tawaf mengelilingi ka'bah itu juga diawali dari sebelah kanan menuju kekiri?
Jika bumi dan benda-benda langit lainnya berputar dari kiri kekanan, pasti jantung akan berada disebelah kanan. Dan ada sekitar 10 persen orang-orang didunia yang jantungnya berada disebelah kanan.
KESIMPULAN : Kenapa Jantung berada disebelah kiri, karena benda-benda langit termasuk bumi berputarnya kearah kiri. Baik mikro kosmos maupun makro kosmos bergerak dari non empiris menuju empiris.
Sehingga jika kita ingin selamat dan benar harus selalu berpikir. Dan supaya berpikir kita harus membaca segala hal dari non empiris (rasa) menuju empiris.
Semakin banyak kita membaca dan berpikir jantung(hati) akan selalu memberikan masukan untuk mendapatkan buah pikiran menuju keberhasilan yang akan semakin bertambah. Jika kita semakin sedikit membaca dan berpikir akan menghambat perputaran dan perkembangan mikro kosmostik didalam diri. Sehingga lambat laun akan menyebabkan kerusakan didalam ekosistem didalam diri manusia baik ragawi maupun batini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar