Sering kita mendengar kata dan nasihat para orang tua, agar kita menjauhi setan dan iblis. Ketika ditanya kenapa??? Jawabnya seragam; bahwa setan dan iblis itu adalah musuh Allah; yang berarti musuh kita juga.
Apa mungkin setan dan iblis yang jelas-jelas diakui ; bahwa mereka adalah makhluk seperti kita, akan memusuhi Allah yang menciptakannya??? Jika demikian berarti ada dua pemahaman bagi saya sebagai berikut :
1. Berarti kedudukan tuhan seimbang dengan kedudukan setan dan iblis, yang jelas-jelas adalah makhluk ;
2. Tuhan yang selama ini disembah berarti juga makhluk seperti entitas lain.
Dari kedua bahan renungan ini memunculkan suatu diksi bahwa ada hal yang aneh khususnya tentang tuhan yang maha segalanya. Dengan begitu setan dan iblis juga maha segalanya. Mengapa???
Karena bicara musuh, tentu kedudukannya seimbang. Jika demikian kedudukan tuhan akan kalah jauh dengan kedudukan orang tua, atau bahkan dengan saudara kandung sekalipun. Sebab orang tua tidak pernah memusuhi anak-anaknya. Walaupun diantara mereka itu ada yang nakal dan jahat. Yang menurut saya, semakin anak-anaknya nakal , kedua orang tua akan lebih memperhatikan anak yang nakal dan jahat itu dibandingkan anak yang baik dan berbhakti. Dan bukan malah menjauhi apalagi memusuhi. Dengan tujuan untuk memberikan waktu lebih agar anaknya kembali kejalan yang benar serta berbuat kebajikan.
Jika orang-orang masih bersikeras dengan memakai panduan ayat ; bahwa benar setan dan iblis adalah musuh allah, berarti allah yang dimaksud itu adalah malaikat itu sendiri. Karena habitat malaikat berada didalam cahaya. Sedang setan dan iblis habitatnya berada didalam kegelapan.
Pro : Bunda putri yang tersembunyi
#Edisi_hati_nurani_07
Tidak ada komentar:
Posting Komentar