Kenapa kita harus menitik beratkan untuk memejamkan mata ketika menghadapi masalah pikiran?? Hal itu bukan karena kita mengillusikan diri untuk memandang kediri kita sendiri seperti halnya kita sedang bercermin. Atau untuk merefleksikan bayangan kita ada didahi. Tetapi semata-mata adalah untuk menutup sementara hubungan antara dunia raga dan dunia batin. Sebab saat kita menutup mata kita, maka hubungan dengan dunia yang merupakan langit pertama, yang mencakup 3 dimensi akan tertutup. Sedang permasalahan yang timbul itu pasti karena masalah dunia, atau yang ada keterkaitan dengan langit pertama.
Adanya langit kedua sampai langit ketujuh, berada didalam diri kita sendiri.
Dan menurut saya, seluruh permasalahan yang tidak bisa diselesaikan, atau tidak bisa diatasi dilangit pertama, akan bisa diatasi ketika kita berada dilangit kedua atau dimensi ke empat.
Begitu pula seluruh permasalahan yang tidak bisa diatasi dilangit kedua, akan bisa ditemukan jawabannya pada langit yang ketiga. Begitu pula seterusnya sampai menanjak pada langit ketujuh atau dimensi kesembilan. Mengapa???
Karena pada langit pertama, seluruh permasalahan itu, semuanya bermuara dengan alam diluar raga. Yang sudah merupakan alam perasaan, serta sudah merupakan #barang_jadi serta sudah merupakan alam materi. Atau alam yang merupakan hasil buah pikiran salah dan benar, baik dan buruk. Karena adanya unsur keterikatan dengan hukum dunia.
Sedangkan pada langit kedua merupakan alamnya rasa, yang bertujuan untuk mengembalikan pada warna rasa yang murni sebelum adanya buah pikiran.
Adapun tujuan kita untuk memandang kearah dahi, bukan untuk memunculkan bayangan dirinya; namun untuk menuju pada mata ketiga yang ada didahi. Sebegitu mata ketiga muncul, semakin lama segala masalah yang dihasilkan oleh kedua mata ketika terbuka, akan sirna, seperti halnya orang yang sudah buta sejak lama. Sehingga, dengan kita kondisikan buta walau sejenak, maka seluruh permasalahan dari pikiran, juga akan sirna terbuang keluar raga. Seperti halnya wajan penggorengan yang membuang masakan salah resep. Dan untuk mempercepat membuang pikiran yang salah resep, kita bisa memasukkan ilusi yang berlawanan dengan resep awal yang salah tersebut. Dengan begitu, maka warna rasa yang terlanjur ada ketika mata terbuka, akan sirna sehingga pikiran akan bersih.
Setelah pikiran benar-benar bersih, dan sudah tidak ada lagi warna rasa yang dirasakan, selain kekosongan, kembalilah mata dibuka. Dan dengan begitu, kita seperti tertuntun memiliki kehendak didalam diri untuk memulai berpikir, jika itu memang harus dipikirkan. Atau akan muncul seperti bisikan didalam diri, ketika kita harus menggunakan rasa. Jika akan memakai rasa, maka yang muncul dalam bisikan adalah pasrah apa yang terjadi. Mengapa?? Karena didalam rasa memang sudah tidak ada lagi rasa yang hendak dirasakan.
Jika dengan cara ini masih belum mampu, pakailah untuk tidur. Sebab susah dan tidaknya menghilangkan rasa tersebut, tergantung sepenuhnya pada keterikatan masalah yang mengikat pikiran. Sehingga tidak jarang pula seseorang sampai meminum obat tidur.
Namun jika seseorang terus melatihnya, niscaya akan lebih cepat mengosongkan sisa warna rasa, akibat kebuntuan buah pikir yang salah resep diatas.
Lalu bagaimana jika masalahnya adalah masalah rasa??? Kita bisa naik menuju langit ketiga atau dimensi 5. Tapi jarang sekali kita naik menuju langit ketiga, jika masalahnya hanya masalah dunia walaupun masalah rasa sekalipun. Sebab hampir seluruh warna rasa yang tercipta hanya sebatas alamnya raga dan bukan alamnya batin. Bagaimana untuk bisa naik menuju langit ketiga atau dimensi kelima??? Hanya dengan menggunakan mempertautkan rasa cinta kasih dengan sesama manusia. Karena saat kita penuh cinta kasih maka pada saat itu akan muncul zat dari dalam diri yang bernama #dopamin. Jika dopamin ini sudah muncul maka seluruh butir-butir darah merah akan sejajar dan letaknya lembut beraturan sehingga akan menyebabkan bercahaya dan mengalirkan keseluruh anggota tubuh termasuk otak dikepala sehingga akan bercahaya. Jika sudah bercahaya maka seluruh perangkat manusia akan berada dalam keadaan seimbang serta akan bisa menyelesaikan seluruh masalah apapun baik pikiran maupun munculnya penyimpangan warna rasa yang tidak dikhendaki.
Bagaimana mewujudkan rasa cinta kasih secara alami??? Adalah #bercinta dengan orang yang saling mengasihi. Atau menanamkan kasih lewat pemberian pada orang-orang yang tidak dikenal. Dengan begitu vibra kasih akan terus berkesinambungan untuk membentuk warna rasa tunggal. Karena rasa tunggal itu hanya dapat dipancarkan lewat hati sanubari.
#Edisi_hati_sanubari_09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar