Pengenalan Jati diri itu sebenarnya cukup sederhana. Yaitu bagaimana dirimu bisa berlatih terus menerus untuk selalu bertanggung jawab secara pribadi. Dalam artian; setiap sikap prilaku, dan perbuatan, adalah lantaran kehendak dari diri sendiri, yang telah # disadari untuk dilakukan.
Dan bukan karena adanya atribut apapun yang kamu sandang. Serta bukan pula karena asesoris yang mencitrakan suatu kelompok masyarakat.
Jika berbuat sesuatu, lantaran adanya suatu atribut dan asesoris selain kemurnian dirimu sebagai manusia, berarti apa yang kamu lakukan masih membutuhkan sebuah pengakuan. Dan semakin besar rasa untuk mendapatkan pengakuan, maka akan semakin jauh pula terhadap jati dirimu.
Apa yang kamu perbuat, atau tidak kamu perbuat, hendaknya lewat # kesadaran bahwa hal itu adalah dari dirimu sendiri. Dan bukan karena adanya suatu atribut apapun yang kamu sandang, baik secara lahir, maupun secara batin. Karena inti dari jati diri; adalah apa yang kamu pikirkan, dan apa yang kamu rasakan, serta apa yang kamu perbuat, akan menunjukkan siapa dirimu. Dan dari situ pula akan tahu apa atribut yang kamu pakai. Dan bukan terhadap apa yang kamu katakan, atau apa yang biasa orang lain melakukan.
Bermanfaat atau tidaknya dirimu bagi seluruh entitas alam, sepenuhnya tergantung seberapa besar dirimu bisa menyatu dengan lingkungan alam dimanapun dirimu berada.
Dan semakin sering dirimu membawa-bawa atribut serta asesoris dari luar ragamu, tetapi bertentangan dengan entitas alam, maka akan bertentangan pula dengan jati dirimu sendiri. Sebab jati diri itu tidak akan pernah bertentangan dengan alam, serta tidak akan mungkin merusak entitas alam dan lingkungan. Karena, baik dirimu maupun alam sekitarmu itu, tercipta dalam keadaan berpasangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar