Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 25 November 2015

BAYI YANG BERHATI DEWA


Sudah waktunya untuk berbenah pada masing-masing diri yang merasa hidup, makan, dan minum, dinegara ini, untuk kembali pada jati dirinya.

Sudah cukup lama kita terjajah oleh bangsa lain. Terjajah jiwa, rasa, dan raga. Bahkan, ibu pertiwipun sudah tak lagi dapat meneteskan air mata, kendatipun air mata darah. Semua, lantaran ulah dari kita sendiri yang tak tahu diri. Untuk memaksa ibu pertiwi melacur, demi kepentingan kita serta bangsa-bangsa lain.
Sudah cukup lama kita menyiksa tanah tumpah darah. Membiarkan terluka parah sampai tak tersisa apapun selain hanya tulang-tulang berserakan. Namun ketika muncul beberapa orang yang berdarah putih bagai bayi memimpin negeri ini, masih tetap kalian musuhi, kalian caci maki. Kau katakan tidak bisa apa-apa. Kau rusak hutannya. Kau bakar dengan api dan asap yang menyesakkan dada diseantero belantara di nusantara. Tetapi dia tetap tegar. Hanya bekerja dan bekerja, walaupun hatinya menangis, sementara diantara kalian ketawa dengan tangan tetap bersilang dada, bersilang rasa untuk menutupi pintu hatimu. Dan mulutmu kendati bicara tapi kau tutup dengan masker penutup udara.
Tidak tahukah??? Bahwa dengan menutup mulut dan hidungmu itu adalah merupakan semiotika bagimu sendiri?? Yaitu untuk menutupi kehidupanmu, menutupi mata pencaharianmu padahal tidak ada kabut asap yang mengganggu dirimu dan golonganmu. Melainkan senantiasa berudara yang sejuk dan bersih, tetapi kau tutup sendiri. Sementara dia yang merupakan pemimpin negeri ini sedang bertarung nyawa melawan api dan asap yang memang sengaja dibuat untuk mempermalukan dan menjatuhkannya.
Tidak tahukah??? Bahwa saat ini dan pada beberapa abad ini jaman sudah berganti yang harus menggunakan hati. Dan pemimpin yang berhati bayi sajalah yang bisa mengatasi semua porak poranda akibat ulahmu. Kalian tidak akan bisa lagi melacak apa yang akan dilakukan, selain setelah terjadi. Seberapa besar niat untuk menghancurkan, maka sebesar itu pula kehancuran yang akan kamu alami sendiri. Dan bayi yang sekarang ini tidak akan mati. Tetapi justru akan semakin cepat untuk membesar bahkan akan melebihi siapapun yang ada. Kendati bukan pada raga, tetapi pada jiwa dan rasanya, juga semangatnya, serta namanya akan menggetarkan dunia.
Sudah waktunya untuk berbenah ketika awal tahun akan berganti. Jika dirimu masih tetap tidak hendak berubah, dan masih tetap menggunakan cara-cara seperti dulu. Maka nafsumu akan memimpin dan menggilas akal dan jiwamu yang akan semakin buta lantaran hatimu sudah tidak lagi bermakna.
Sudah waktunya untuk berbenah. Bahwa pemimpin yang menurutmu adalah bayi, tapi dia akan bersama bayi-bayi yang lain untuk bersama memimpin negeri ini. Karena dia adalah bayi yang berhati dewa.
Akankah kita tidak hendak berubah??
Untuk bersama-sama menggunakan hati didalam mengelola negeri.
Untuk mengusir para nafsu tirani didalam diri kita sendiri. Dengan tetap bersemboyan pada tanah air, bangsa, dan bahasa satu, yakni Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar