Banyak orang yang merasa bahwa dirinya telah berpikir ketika menghadapi masalah, tetapi kenapa masalahnya malah semakin bertambah? Berpikir untuk melunasi hutang, tapi hutangnya malah semakin banyak, dan tidak tahu lagi kapan hutangnya bisa terlunasi. Berpikirkah itu namanya?? Adakah hasil yang didapatkan selain hanya menambah hutang dan permasalahan yang semakin banyak??
Tahukah?? Bahwa sesungguhnya seluruh makhluk yang ada didunia ini secara raga telah terikat oleh adanya gravitasi bumi yang terus menerus berputar sepanjang jaman. Dan dirimu hakekatnya adalah manusia batin yang berat jenisnya lebih ringan dari udara, bahkan dengan cahaya sekalipun. Namun dirimu sendiri yang mengisi segala warna rasa, yang mengakibatkan berat jenisnya semakin bertambah oleh adanya berbagai masalah.
Yang semula hampir tidak bermuatan, selain inti cahaya, kemudian kau bebani dengan kerak-kerak energi yang tak kunjung sirna sebagai akibat dari permasalahan yang semakin bertambah.
Dan bagaimana mungkin dirimu akan dapat berpikir, jika masalah dan sumber masalah itu masih menyatu didalam dirimu. Yang hal itu; sama halnya dirimu membersihkan lantai kotor dengan sapu yang juga kotor penuh noda. Hal itulah yang seharusnya kamu pikirkan diawal. Bersihkanlah sapu itu, baru kemudian kau bersihkan lantainya.
Begitu pula jika dirimu memiliki masalah, keluarkan masalah itu dari dalam dirimu, dan anggap masalah itu bukan masalahmu sendiri.
Dengan begitu, dirimu sudah terpisah dari masalah, barulah kamu dapat berpikir; bagaimana mengatasi masalahnya. Seperti halnya ketika dirimu diminta untuk menyelesaikan masalahnya orang lain. Dan sungguh tidak masuk diakal, dirimu bisa menyelesaikan masalahnya orang lain, tetapi masalahnya sendiri terbengkalai.
Semestinya dirimu dapat merenungkan; masalahnya orang lain yang ada diluar ragamu bisa kamu selesaikan, seharusnya masalahmu sendiri akan jauh lebih mudah kamu selesaikan. Karena dirimu yang memulai, tentunya dirimu juga yang akan bisa mengakhiri.
Dan jika dirimu tidak bisa menyelesaikan, itu adalah lantaran masalahmu terikat didalam pikiranmu. Bagaimana mungkin bisa berpikir, jika pikiranmu terikat??
Ragamu sudah terikat oleh gravitasi bumi, pikiranmu juga terbebani oleh masalah, maka secara tidak langsung batinmu akan terikat pula oleh pusaran ragamu didalam gravitasi itu sendiri. Dan ketika demikian maka akan menimbulkan warna rasa yang sudah tidak beraturan. Lantas bagaimana mungkin dirimu akan bisa berpikir, apalagi untuk mengendalikan dan menyeimbangkan; antara jiwa, rasa, dan pikiranmu.
Intinya : jika dirimu ada masalah, pisahkan masalah itu dari sumber masalahnya; yaitu dirimu sendiri. Sehingga akan terpisah menjadi subyek dan obyek. Sebab jika subyek dan obyek terikat, bagaimana mungkin bisa menyelesaikannya?? Setelah itu barulah dirimu akan dapat bebas berpikir. Sapu yang kotor akan kembali bersih, yang siap untuk membersihkan segala masalah yang ada, yang selama ini membebani dirimu.
Tahukah?? Bahwa sesungguhnya seluruh makhluk yang ada didunia ini secara raga telah terikat oleh adanya gravitasi bumi yang terus menerus berputar sepanjang jaman. Dan dirimu hakekatnya adalah manusia batin yang berat jenisnya lebih ringan dari udara, bahkan dengan cahaya sekalipun. Namun dirimu sendiri yang mengisi segala warna rasa, yang mengakibatkan berat jenisnya semakin bertambah oleh adanya berbagai masalah.
Yang semula hampir tidak bermuatan, selain inti cahaya, kemudian kau bebani dengan kerak-kerak energi yang tak kunjung sirna sebagai akibat dari permasalahan yang semakin bertambah.
Dan bagaimana mungkin dirimu akan dapat berpikir, jika masalah dan sumber masalah itu masih menyatu didalam dirimu. Yang hal itu; sama halnya dirimu membersihkan lantai kotor dengan sapu yang juga kotor penuh noda. Hal itulah yang seharusnya kamu pikirkan diawal. Bersihkanlah sapu itu, baru kemudian kau bersihkan lantainya.
Begitu pula jika dirimu memiliki masalah, keluarkan masalah itu dari dalam dirimu, dan anggap masalah itu bukan masalahmu sendiri.
Dengan begitu, dirimu sudah terpisah dari masalah, barulah kamu dapat berpikir; bagaimana mengatasi masalahnya. Seperti halnya ketika dirimu diminta untuk menyelesaikan masalahnya orang lain. Dan sungguh tidak masuk diakal, dirimu bisa menyelesaikan masalahnya orang lain, tetapi masalahnya sendiri terbengkalai.
Semestinya dirimu dapat merenungkan; masalahnya orang lain yang ada diluar ragamu bisa kamu selesaikan, seharusnya masalahmu sendiri akan jauh lebih mudah kamu selesaikan. Karena dirimu yang memulai, tentunya dirimu juga yang akan bisa mengakhiri.
Dan jika dirimu tidak bisa menyelesaikan, itu adalah lantaran masalahmu terikat didalam pikiranmu. Bagaimana mungkin bisa berpikir, jika pikiranmu terikat??
Ragamu sudah terikat oleh gravitasi bumi, pikiranmu juga terbebani oleh masalah, maka secara tidak langsung batinmu akan terikat pula oleh pusaran ragamu didalam gravitasi itu sendiri. Dan ketika demikian maka akan menimbulkan warna rasa yang sudah tidak beraturan. Lantas bagaimana mungkin dirimu akan bisa berpikir, apalagi untuk mengendalikan dan menyeimbangkan; antara jiwa, rasa, dan pikiranmu.
Intinya : jika dirimu ada masalah, pisahkan masalah itu dari sumber masalahnya; yaitu dirimu sendiri. Sehingga akan terpisah menjadi subyek dan obyek. Sebab jika subyek dan obyek terikat, bagaimana mungkin bisa menyelesaikannya?? Setelah itu barulah dirimu akan dapat bebas berpikir. Sapu yang kotor akan kembali bersih, yang siap untuk membersihkan segala masalah yang ada, yang selama ini membebani dirimu.
hahaha kirain ini tips menggunakan sapu yang benar XD
BalasHapus