Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 28 Januari 2016

APAKAH AGAMA HANYA SEBATAS KATA?


Pernahkah kita berpikir?? Jika ada yang menista agama maka orang itu akan terkena tindakan pidana. Bahkan bisa membuat orang-orang tersinggung dan marah besar penuh kegelapan untuk menghukum orang tersebut.
Tetapi, kenapa jika ada orang yang berbuat atau melakukan tindakan yang keji pada orang lain tidak dianggap penistaan agama??? Padahal apa yang diperbuat lebih berakibat kerugian yang nyata bagi orang lain. Dan kenapa pula tidak ada orang yang merasa tersinggung ??


Dan apakah seseorang yang dianggap beragama atau tidak, hanya sebatas dari apa yang jadi ucapan belaka?? Sedang terhadap perbuatan, sikap dan perilaku tidak diangggap ada kaitan dengan agama itu sendiri.
Jika demikian, lantas untuk apa agama diciptakan jika hanya sebatas kata-kata. Jika hanya sebatas menjaga orang-orang tetap memuja atau mencela lewat kata. Itukah yang disebut agama yang hanya sebatas mengukir dan memeluk kata-kata yang indah??
Lalu, bagaimana mungkin kita bisa memeluk kedamaian dalam diri, jika semua orang berlomba-lomba menjadi akhli sastra, untuk memuja agama yang hanya sebatas kata yang penuh tipu daya, bagi orang-orang yang terjebak didalam lingkaran kata tak bermakna, jika tidak dilambari dengan perbuatan seperti apa yang tercantum didalam makna agama itu sendiri.


Padahal semestinya, apapun agama seseorang, agar dapat menuntun dirinya menuju cahaya agama yang dipeluknya. Sehingga didalam jiwanya akan tercipta pula lagu-lagu indah yang mewarnai kehidupannya. Serta, sikap dan prilakunya penuh bertaburan perbuatan yang indah pula didalam mendatangkan kedamaian bagi orang lain.
Tidakkah hal itu menjadikan semiotika bagi kita??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar