Jika dirimu akan menjadi penengah atau pembina pada orang lain pergunakan hatimu, dan bukan menggunakan akalmu agar mereka dapat # merasakan apa yang kau ungkapkan juga lewat hatinya.
Jika dirimu menggunakan akal, apa yang kau ungkapkan hanya sebatas # logikamu dan bukan logika mereka. Sehingga secara tidak sadar mereka disuruh mengikuti kebenaran sesuai dengan kehendakmu. Kebenarankah itu namanya jika dihasilkan oleh logika? Segala sesuatu yang dihasilkan oleh logika, bukanlah suatu kebenaran. Tetapi merupakan kesepakatan bersama dalam suatu kurun waktu. Dimana suatu ketika, kebenaran akan berubah bersama jaman yang juga akan selalu berubah.
Kegagalan didalam membina selama ini karena selalu ada kecenderungan untuk mempergunakan akal sehingga sedikit banyak sering menimbulkan pertentangan didalam batin, serta lebih mengedepankan nafsu dari siapa yang menjadi penasehat atau pembina itu sendiri. Jika demikian lantas bagaimana mungkin bisa menyatukan semua orang yang dianggap menyimpang?? Yang ada justru akan semakin menimbulkan pertentangan didalam diri masing-masing, lantaran mempersatukan beberapa warna nafsu yang tidak sejenis entitasnya. Seperti halnya mempersatukan beberapa jenis benda yang tidak serupa dalam 1 ikatan yang berbeda. Sapu lidi itu bisa kokoh dan erat dalam suatu ikatan karena yang diikat adalah merupakan ribuan batang lidi yang serupa dan sejenis.
Jika tidak serupa dan sejenis, tidak akan ada artinya diikat. Sebab walaupun erat maka cepat atau lambat akan mudah terlepas dari ikatannya. Apalagi mengikat akal dan nafsu manusia, tidak akan bisa diikat oleh akal dan nafsu sebab masing-masing telah terjadi perubahan sesuai dengan ilmu yang didapatkan.
Oleh karena itu dengan mempergunakan hati, sama halnya dengan mengumpulkan semua bayi yang masih suci dan tidak akan menyebabkan pertentangan ataupun perselisihan. Dengan mempergunakan akal terhadap orang lain akan menimbulkan logikanya sendiri, yang setiap orang logikanya belum tentu sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar