Partner | KAENDRA Tour & MICE

Sabtu, 23 Januari 2016

SEMIOTIKA DIBALIK BARANG BEKAS


Dalam beberapa hari ini ada berita yang amat menarik untuk direnungi sebagai semiotika.
Yang pertama; ada seorang laki-laki hanya lulusan sekolah dasar di Karanganyar Jawa tengah membuat televisi dari monitor TV bekas. Dari pembuatan secara otodidak itu bisa menghasilkan 150 TV setiap harinya, dan dijual murah sekitar 500.000 sampai 750.000 rupiah. 


Dari situ bisa menghidupi keluarga serta para karyawan yang lebih dari 25 orang. Ditengah perjalanan, seluruh produk TV itu dihancurkan oleh aparat. Penghasilan 4 tahun dimusnahkan dalam waktu 5 menit, bahkan sempat mengalami ditahan, karena dianggap produknya ilegal. Akhirnya sekarang sudah mendapat SNI. Dan kehidupannya akan semakin cerah dihari-hari mendatang.

Yang kedua; ada seorang laki-laki di sebuah desa di Bali yang tangan kirinya lumpuh setelah mengalami stroke. Dia berhasil menciptakan tangan palsu yang bisa digerakkan seperti robot iron man. Sehingga dengan tangan robot itu dia bisa bekerja kembali. Yang juga diciptakan dari barang bekas.


Dari kedua orang tersebut tidak ada yang berpendidikan tinggi dan ilmunya didapatkan secara otodidak. Namun berkat ketekunannya sehingga bisa menghasilkan produk dari ciptaannya sendiri. Terlebih lagi tangan yang dari robot itu yang mungkin akan mendapatkan hak paten. Karena sampai detik ini belum ada didunia yang bisa menciptakan tangan yang bisa digerakkan seperti tangan aslinya.
Setelah mereka berdua berhasil, justru semua orang jadi terperangah dan terkagum-kagum. Dan banyak yang akan memberikan kemudahan, serta akan memberikan pendampingan dari para akhli sehingga bisa menghasilkan buah karya yang amat hebat.
Dari kedua fenomena diatas dapat diambil sebuah renungan; mengapa mereka bisa?? Padahal tidak melewati jenjang pendidikan yang memadai. Semua didapatkan dari otodidak.

Jawabnya adalah: bahwa mereka benar-benar telah menggunakan hati nurani. Ketika mereka telah terhimpit oleh kemiskinan(duniawi) dan tidak mengeluh, mereka bisa bangkit untuk menciptakan sebuah karya.


Kesimpulannya : Hati sanubari akan senantiasa menuntun kita ketika unsur kemampuan didalam berpikir sudah buntu. Sedang unsur kemauan atau kehendak didalam diri begitu besar, maka segalanya bisa terjadi. Walaupun tidak ada pendidikan dari luar raga, tetapi hati sanubari itulah yang akan mengajarkan pada kita semua. Karena sejatinya pendidikan yang benar, pendidikan yang sejati itu datangnya dari dalam dirinya sendiri sepanjang kita mempercayainya. Dan itulah sebenarnya yang disebutkan bahwa "hanya Dia(tuhan) yang mengajarkan manusia yang tidak mengerti".
Dengan adanya fenomena diatas semakin memperjelas pada kita bahwa tuhan tidak akan tinggal diam terhadap siapapun yang benar-benar mau menggunakan hatinya. Karena hanya lewat hati sanubari sajalah yang membuat manusia akan mengerti terhadap segala pengetahuan lahir dan batin dengan benar dan lurus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar