Jangan selalu mengulang kata dalam doa, terkecuali dirimu masih pemula dan belum pernah ada satupun kata yang telah berbuah menjadi sebuah tindakan nyata ataupun karya.
Dengan berkata adalah untuk mendorong kekuatan yang ada didalam dirimu untuk semakin memacu semangat didalam melaksanakan apa yg kamu katakan. Sebab awal adanya kata berasal dari hatimu berupa gelombang rasa yang berpendar menggetarkan nuranimu. Kemudian menuju nafsumu. Setelah itu menuju akal dan pikiranmu. Dari akal dan pikiran ini akan bisa menghasilkan buah pikiran terhadap apa yang menjadi permasalahan untuk dilaksanakan menjadi suatu perbuatan menuju keluar raga. Dan hasilnya akan kembali masuk kedalam diri berupa warna rasa. Dan dari proses dan progres perjalanan itu, nantinya akan tersimpan kedalam naluri sejak dari adanya kehendak menuju rasa dan kata, sampai berakhir menjadi fakta.
Tetapi jika dirimu senantiasa mengulang kata belaka didalam doa, tanpa menghasilkan makna terhadap kata yang terucap, maka dirimu tidak akan bisa berbuat apa-apa. Serta tidak bisa melaksanakan apapun selain hanya berkata dalam doa. Dan akan menjadikan kebiasaan bagimu ketika menghadapi masalah akan langsung berdoa, sebagaimana yang sering kamu lakukan sebelumnya. Mengapa??
Karena didalam nalurimu hanya tersimpan kata belaka. Sehingga, wajar saja yang muncul ketika ada masalah akan terlontar kata sebagai doa belaka. Seandainya yang tersimpan didalam naluri tidak sebatas kata tetapi tindakan nyata, maka saat ada masalah, maka nuranimu akan memberikan cahaya pada naluri untuk menuntun dan bersikap serta bertindak secara nyata pula.
Oleh karena itu, jika kita masih selalu mengulang kata didalam doa tanpa ada tindakan nyata, segeralah untuk mengubah sedikit demi sedikit. Jika tidak, sampai kapanpun nalurimu tidak akan bisa terlatih untuk melangkah selain hanya terlatih untuk berkata, sedangkan nuranimu tidak akan bisa memberikan cahaya, sehingga lambat laun tidak akan berfungsi seperti sedia kala ketika nuranimu diciptakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar