Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 25 Februari 2016

MENGENAL TUHAN SECARA LAHIR DAN BATIN



Mengenal tuhan itu harus secara menyeluruh lahir dan batin. Tidak bisa hanya lahirnya saja atau batinnya saja. Jika hanya mengenal tuhan secara lahir, bisa membuat dirimu mengaku tuhan terhadap orang lain. Atau kamu dipaksa bertuhan pada orang lain jika pengenalanmu secara lahir kalah dengan orang-orang yang menguasai dirimu.
Disamping itu semakin lama kamu tidak akan pernah mengenal batinmu sendiri. Serta bisa membuat dirimu penuh keserakahan, tidak pernah merasa puas untuk selalu berusaha agar bisa melebihi orang lain dalam segalanya bagaikan asap yang membumbung tinggi kelangit.



Jika pengenalan pada tuhan hanya batinnya saja, maka dirimu tidak akan bisa berbuat apa-apa karena ketika akan melangkah, takut membuat orang lain susah dan kecewa. Sehingga akan selalu berada ditempat sunyi untuk bertapa melupakan dunia dan lupa akan sanak saudara yang merupakan kewajibanmu sebagai manusia. Sehingga jika hal ini berkelanjutan, lambat laun dirimu akan semakin terasing dengan raganya sendiri. Bahkan tidak akan pernah lagi memperhatikan duniawi selain hanya dunia batinnya sendiri.

Seharusnya dirimu bisa berpikir; bahwa manusia itu terdiri dari lahir dan batin, karena tuhanmu juga bersifat maha lahir dan maha batin. Dengan begitu merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan bahwa manusia adalah sebagai kesatuan wujud tuhan itu sendiri. 

Dan jika dirimu ingin mengenal tuhan yang maha lahir(wujud), pergunakan akal dan pikiranmu untuk kau latih terus menerus lewat masalah yang kau hadapi yang berbentuk ujian. Semakin banyak masalah yang bisa kamu selesaikan maka semakin banyak pula sifat tuhan yang maha lahir akan dapat kau kenali, kemudian bersemayam dalam dirimu lewat karya-karya yang kau ciptakan. Dengan begitu dirimu telah menyaksikan tuhan yang bersifat lahir yakni dirimu sendiri.

Sebaliknya jika dirimu ingin mengenal tuhan yang maha batin(abstrak), pergunakanlah kemurnian rasa lewat hatimu dengan selalu melatih mengenal warna perasaan yang muncul setiap menghadapi cobaan terhadap batinmu. Dan bisanya melatih adalah dengan menikmati munculnya gelombang perasaan ketika dirimu senang dan susah atau ketika terhimpit masalah yang tidak bisa kamu atasi. Sehingga semakin lama warna perasaan itu akan hilang dengan sendirinya. Dan hal itu akan terjadi jika dirimu tidak menghanyutkan didalam perubahan warna rasa selain warna rasa yang apa adanya. Sebab dengan semakin menghanyutkan diri, justru bebannya rasa akan semakin bertambah. Semakin banyak menikmati warna rasa akan semakin banyak mengenal sifat tuhan yang maha batin yang terakumulasi dalam batinmu sendiri.

Dengan demikian menunjukkan bahwa tuhan yang maha lahir dan maha batin telah kamu saksikan sendiri. Tuhan maha lahir akan menghasilkan ilmu untuk duniamu. Sedang tuhan maha batin akan menghasilkan keabadian serta kedamaian bagimu sesuai dengan kemurnian rasa yang kau dapatkan. Dalam artian keabadian didalam perubahan jaman apapun, serta kedamaian didalam merasakan warna rasa yang melingkupi lahir dan batinmu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar