Apa yang terjadi jika dirimu menanam kebajikan lantas dituai sebelum waktunya? Tentu hasil yang didapat tidak akan sesuai harapan. Bahkan bisa saja semua akan sirna tidak ada sedikitpun yang akan dituai. Begitu pula jika tanaman itu melebihi batas waktu yang ditentukan. Jika demikian untuk apa dirimu menanam?
Sebaliknya, jika menanamkan kejahatan, pada waktunya akan menuai sesuai dengan hasil kejahatan yang ditanam. Tetapi jika dirimu menyadari tentang kejahatan itu, lalu segera kau tuai sebelum waktunya, apa yang akan terjadi?
Maka kejahatan itu tidak akan sempurna untuk dituai. Sehingga dirimu tidak terlalu berlarut-larut didalam kesusahan ketika tanaman itu belum sempurna. Kemudian segera menggantinya dengan tanaman kebajikan. Jika tanaman kejahatan itu telah tumbuh kembang tidak segera disadari, maka dirimu akan terlibas oleh ulahnya sendiri. Dan tanaman kejahatan tidak akan pernah mengenal batasan waktu untuk dituai. Dia akan terus membesar untuk melilit perasaanmu serta menjadi benalu didalam jiwamu. Bahkan bisa seperti lintah didalam rasa, untuk menghisap seluruh kekuatan yang tersimpan didalam darah. Sehingga kehidupanmu akan terbelenggu dan seluruh tanaman kebajikan yang ada dan pernah kau tanam, akan ikut terkontaminasi oleh tanaman kejahatan yang tidak segera kau tuai.
Oleh karena itu jika dirimu merasa menanam kejahatan, segeralah kau tuai sebelum waktunya. Dan jangan membiarkan beranak pinak dengan berbagai kejahatan yang lain. Jika menanamkan kebajikan, tunggulah sampai waktu untuk menuai tiba, sehingga tidak akan percuma dirimu menanamnya. Adapun yang terpenting bagimu; pikirlah sebelum menanam, khususnya didalam membangkitkan kesadaran untuk memilih jenis tanaman apa yang kamu kehendaki, termasuk ketentuan batasan waktu ketika hendak menuai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar