Jika dirimu ingin melihat gerhana bukanlah dengan mata. Sebab dirimu tidak akan pernah mendapatkan apa-apa jika membiarkan fenomena yang langka begitu saja. Dan mata tidak bisa melihat apa-apa selain hanya kegelapan yang didapatkan. Terlebih lagi jika saat gerhana lantas terlingkupi mendung kelabu, atau bahkan terjadi hujan deras penuh badai. Salah-salah akan membuat badai pula didalam dirimu. Sedangkan ketika gerhana telah berlalu, cuaca masih penuh kepekatan yang mencekam jantungmu.
Jika hanya ingin melihat gerhana dengan mata, kenapa harus menunggu lama. Cukup masukilah lorong-lorong gua yang pekat, tentu dirimu juga bisa melihat gerhana sepuasnya. Yang juga sama-sama penuh kegelapan. Dan cahaya mentari akan selalu tertutupi oleh atap dari bumi. Karena sesungguhnya bukan matamu yang melihat, tetapi nafsumu yang akan semakin gelap dan pekat.
Jika ingin melihat gerhana, lihatlah dengan hatimu agar dirimu dapat membaca dan berpikir. Tidak perlu pakai kacamata prisma, ataupun kacamata kuda. Bahkan kendati dirimu didalam gua sekalipun, dirimu masih dapat melihat gerhana. Karena sejatinya yang kamu butuhkan dalam gerhana adalah perenungan, didalam memahami asal mula kehidupan tata surya, termasuk tata pola kehidupanmu sendiri.
Dan jika menggunakan hati, semua akan terbaca bahkan terhadap masa-masa yang telah berlalu maupun saat-saat pergantian jaman dimasa mendatang.
Masihkah akan menggunakan mata untuk melihat gerhana??? Dan apa yang kau hasilkan dari melihat pakai mata selain hanya nafsumu sendiri yang akan semakin gelap mata.
Dan jika dirimu menggunakan hati, justru energi mentari sebagai sumber tata kelola kehidupanmu akan merasuk kedalam #sanubari sampai gerhana itu berlalu.
Dengan begitu akan banyak tambahan energi murni yang penuh kelembutan bagaikan sejuta malaikat dan bidadari memberikan cahaya kasih pada jiwa dan ragamu. Karena sejatinya dalam sanubari itulah keberadaan surga yang sesungguhnya yang kamu cari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar