Seiring dengan gerhana mentari yang melingkupi kawasan nusantara, adalah merupakan perlambang bahwa energi kejayaan mojopahit akan kembali.
Kemunculan #Teman_Ahok ; #Muda_mudi_Ahok serta #Sahabat_AHok , bukan merupakan deparpolisasi. Tetapi merupakan representasi dari semakin banyaknya para generasi muda yang tergugah untuk bangkit dari tidurnya.
Selama ini banyak diantara mereka yang berada pada komunitas golongan putih(gol-put) dan tidak menggunakan hak pilihnya ketika ada ajang pesta demokrasi, baik didalam pemilu ataupun pemilihan kepala daerah. Hal itu disebabkan karena banyak para politisi yang sering memakai kata-kata bersayap. Apalagi slogan yang selalu dipergunakan adalah bahwa politik tidak mengenal teman atau musuh yang abadi, melainkan kepentingan yang abadi. Apalagi ketika menentukan seseorang untuk diusung menjadi para calon pemimpin.
Kemunculan seorang pemimpin DKI dalam diri A Hok yang seolah terlahir dari dalam batu cadas, bagi anak-anak muda yang tergabung didalam komunitas #teman_Ahok seolah menemukan #paragon didalam diri A Hok, yang selama ini amat dirindukan. Sehingga semua berduyun-duyun untuk mengusung dan mengelu-elukan calon pemimpin itu untuk menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik. Yang berkesinambungan serta yang bisa mengangkat harkat dan derajat mereka para generasi muda menuju mimpi-mimpinya.
Sehingga banyak orang yang tidak percaya bahwa mereka yang tanpa beaya, tanpa pengalaman serta tanpa modal politik yang mumpuni, namun telah berhasil mengguncang sejarah perpolitikan di Indonesia. Sudah tidak dapat terbendung lagi, apapun yang akan dilakukan oleh orang atau komunitas yang berada diluarnya, akan terlibas dengan sendirinya. Bagaikan api yang diberi seonggok ranting kering, maka akan semakin membakar siapapun yang mencoba untuk memadamkannya.
Sudah waktunya jaman berganti. Sudah waktunya generasi tua untuk mengikuti apa yang dikehendaki anak muda. Generasi yang cepat berpikir, cepat berlari dan cepat didalam berkreasi tanpa bumbu-bumbu materi, tanpa adanya citra diri. Yang ada, hanyalah satu jalan untuk menyemaikan hati sanubarinya seiring jaman yang berganti.
Dan kita para generasi tua harus secara ikhlas mengikuti dan memberi jalan untuk menjaring mimpi-mimpinya sendiri. Dan bukan menyuruh mereka tetap bermimpi dan kita yang menuai hasilnya.
Dan fenomena gerhana mentari merupakan semiotika bahwa A Hok akan tetap menjadi pemimpin DKI apapun yang terjadi. Karena didalam dirinya membawa ruh perubahan bagi para generasi muda; khususnya bagi mereka yang selama ini masih berada didalam komunitas golongan putih untuk me-reparpolisasi dan bukan deparpolisasi. Dengan begitu seluruh parpol bisa ada waktu untuk berbenah diri. Bukan dengan jalan pencitraan diri. Melainkan dengan mengubah sejarah lewat hati nurani. Maka citra diri akan tertanam didalam hati sanubari. Jika tidak, dan masih memaksakan kehendak maka jangan disalahkan jika jaman akan menggilasnya.
Selamat datang "jaman Baru" Selamat datang "BAsuki dan heRU".Khususnya didalam mempersiapkan ajang pemilihan Gubernur dan wakil gubernur DKI pada bulan pebruari 2017 nanti. Dan semoga akan bisa menjadi suri tauladan bagi daerah-daerah lainnya. Dalam artian akan semakin banyak terpilih kepala daerah yang memimpin dengan hatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar