Partner | KAENDRA Tour & MICE

Jumat, 01 April 2016

KETIKA LAYU SEBELUM BERKEMBANG



Banyaknya fenomena yang terjadi akhir-akhir ini melambangkan tentang perkembangan pemilik rasa yang layu sebelum berkembang. Sehingga yang semula bunga yang ditanam akan mekar, terpaksa harus layu kemudian terpaksa berguguran menjadi humus sebelum dipetik hasilnya. Mengapa hal itu bisa terjadi??


Semua karena adanya ketidak seimbangan antara isi dan materi. Antara jiwa, rasa, dan raga. Antara kehendak yang keburu ingin mekar, sehingga perkembangan kehendak yang begitu cepat memekarkan menjadi warna rasa, tidak diimbangi oleh energi pengisi raga. Dengan demikian apa yang tercipta hanyalah sebatas menggerakkan akal belaka, dengan meniadakan unsur hati nurani. 

Sebagaimana sifat akal hanya dapat mengembangkan unsur materi tanpa memperhatikan isi. Terlalu hanyut akan pujian dan pencitraan, mengakibatkan semakin besarnya unsur pengakuan diri sehingga menenggelamkan gelombang cahaya pada nurani. Jutaan penyesalan sudah tidak akan ada artinya ketika harus pupus ditengah jalan. Cahaya yang semula ada dibiarkan untuk menyilaukan matanya sendiri, sehingga tanpa disadari semakin lama, cahayanya telah semakin membuatnya buta dalam kegelapan walaupun raganya berada didalam terang.

Jika dirimu belum pernah mengalami seperti itu, jadikanlah semua itu menjadi bahan renungan untuk tidak selalu menyibukkan diri didalam menghakimi orang lain, agar kuncup bunga rasa yang tertanam didalam dirimu bisa mekar dan indah pada waktunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar