Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 29 Juni 2016

MENCARI KEBENARAN DIBALIK KEBENARAN



Selama ini banyak diantara kita selalu terjebak mencari kesalahan orang lain, bahkan juga banyak mencari kesalahan dibalik kebenaran yang dilakukan orang lain. Sehingga kita tidak pernah mendapatkan nilai apapun, selain hanya orang yang dicari kesalahannya itu yang akan mendapatkan makna dari penilaian orang lain.


Mengapa kita terjebak oleh hal-hal seperti itu, karena kita salah didalam mengawali untuk mempergunakan atau memfungsikan perangkat indra yang ada didalam diri. 

Mata dan telinga serta lubang hidung ada sepasang dan mulut hanya 1. Adapun fungsi yang tepat adalah sebagai berikut 
1. Mata adalah untuk menangkap warna atau benda agar dapat membantu hati untuk #melihat;

2. Telinga adalah untuk menangkap suara agar dapat membantu hati untuk #mendengar ; 

3. Hidung adalah alat untuk menangkap aroma agar dapat membantu hati bisa #merasakan; 

4. Mulut adalah alat membantu untuk menyampaikan #suara_hati ;

Selanjutnya mekanismenya adalah bahwa ; mata dan telinga adalah untuk banyak "melihat dan mendengar" dan bukan untuk "dilihat dan didengar". Tujuannya adalah agar kita dapat membaca, kemudian berpikir, serta merasakan, apa yang akan diambil menjadi suatu keputusan berupa tindakan yang akan dilaksanakan. Dan hal ini dilambangkan dengan hanya 1 mulut.

Kesalahan dasar yang sering terjadi, adalah banyaknya orang yang terbalik-balik pengetrapannya, baik disadari maupun tidak. Yakni, yang seharusnya bersifat melihat dan mendengar, berganti menjadi "dilihat dan didengar". Jika segala sesuatu selalu diawali dengan prinsip pada dilihat dan didengar, sudah dapat dipastikan akan mengalami kegagalan, kesusahan, penderitaan, kemarahan dan lainnya. Mengapa? Karena secara tidak sadar egonya yang ditonjolkan agar dipakai orang lain. Padahal ketika kita berinteraksi sosial semestinya harus bisa menghisap ego orang lain. Jika egonya terhisap maka tinggal #hatinya yang akan bersiluluh dengan hati kita. Sehingga hati menjadi sepasang. Antara hati yang ada didalam dan hati orang yang ada diluar diri.

Jika egonya tidak terhisap, bagaimana mungkin bisa mendapatkan hatinya? Karena sesungguhnya ego itulah yang membentengi pada diri kita masing-masing. Dengan begitu yang muncul akhirnya #pencitraan dan bukan #tercitra dengan sendirinya.

Oleh karena itu jika kita ingin cerdas, arif dan bijaksana, serta berhasil didalam mengarungi kehidupan didunia ini; perbanyaklah volune diri untuk melihat dan mendengar, dan bukan untuk dilihat dan didengar, agar kita bisa menemukan kebenaran dibalik kebenaran. Dan bukan kebenaran dibalik kesalahan atau mencari kesalahan dibalik kebenaran, sebab hal itu hanyalah kulit belaka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar