Partner | KAENDRA Tour & MICE

Rabu, 06 Juli 2016

MUTIARA HARI RAYA



Seandainya para pemuka agama tidak pernah mengkisahkan kehidupan setelah mati, tentu tidak akan ada yang mencoba untuk membuktikan kebenaran kisah itu. Dimana untuk membuktikan dirinya harus mati lebih dahulu, yang tiada lain hanya dengan 1 jalan yakni bunuh diri. Semestinya ceritakanlah tentang kehidupan agama sebatas hanya untuk keberkatan didunia, bukan keberkatan kehidupan setelah mati.


Seandainya para pemuka agama hanya mengkisahkan tentang agamanya sendiri tanpa membandingkan dengan agama orang lain, tentu tidak mungkin ada pertikaian serta perselisihan antar agama. Sebab dengan membandingkan, tentu satu sama lain akan berlomba ; bahwa agama yang dianutnya adalah yang terbaik.

Seandainya para pemuka agama memberikan perbandingan dengan perilaku dirinya setelah memeluk agama, serta memberikan jalan kemudahan seperti yang dialami sendiri, maka akan banyak orang yang mencoba untuk membuktikan bahwa dengan agama akan mempermudah didalam menjalani kehidupannya.

Sebab semestinya para pemuka agama tahu bahwa para generasi muda hanya ingin bukti dan bukan dengan janji. Apalagi banyak yang mereka lihat tidak sesuai dengan apa yang disampaikan. Dimana orang lain yang disuruh melakukan tetapi dirinya senantiasa berlawanan antara ucapan dan tindakan. Dan ironisnya yang dijadikan suri tauladan adalah nabi dan rosulnya, bukan dirinya sendiri.

Hal seperti itulah fenomena yang sering terjadi selama ini, banyak para generasi muda bagaikan kehilangan cahaya kebenaran. Sehingga ketika mengalami kebuntuan hidup mereka mencoba bunuh diri untuk bertemu bidadari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar