Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 01 September 2016

ADANYA SEMIOTIKA YANG SILIH BERGANTI



Nanti sore di sebagian daerah indonesia ada fenomena alam lagi yakni gerhana matahari sebagian serta ada daerah yang mengalami gerhana matahari berbentuk cincin.


Dimana sebelumnya ada fenomena rembulan kembar.

Hal itu adalah merupakan pertanda biasa bagi orang awam. Namun tidak demikian bagi orang yang suka berpikir.

Bagi saya, dengan adanya silih bergantinya dari bulan kembar menuju gerhana matahari sebagian adalah semiotika bagi kehidupan rasa manusia.

Kehidupan rasa dimaksud adalah terjadinya perubahan perilaku manusia yang semula mendewakan kekayaan duniawi,  namun saat ini akan mulai terkikis dan yang dicari adalah kekayaan batini.

Terbukti dalam beberapa tahun ini banyak kejadian yang mendasar dan terus menerus menjangkiti masyarakat dunia. Peperangan; perampokan ; terorisme; pemerkosaan serta perbuatan lainnya adalah semata-mata karena adanya dekadensi moral dari sebagian anak bangsa. Dan banyak orang-orang yang sudah kaya raya namun masih tidak bisa merasakan kebahagiaan. Hal itu terbukti dari semakin maraknya peredaran narkoba dikalangan celebritis.

Mengapa itu terjadi?? Karena kekayaan duniawi sudah dianggap tidak lagi bisa membuatnya bahagia. Yang berarti mereka benar-benar tidak memiliki kekayaan rasa. Dan kehidupannya justru semakin menderita.

Semakin banyak kekayaan dunia yang didapatkan semakin membuatnya sengsara. Bahkan segala apa yang pernah didapatkan sudah tidak lagi ada artinya didalam mengisi kehidupannya. Yang dicari adalah dunia mistis, dunia spiritual. Sehingga tidak mengherankan jika semakin banyak penasehat-penasehat spiritual yang tumbuh menjamur dikalangan para jet zet. Dan yang lebih celaka lagi bukan spiritual yang didapat malah justru semakin terpuruk kedunia batin yang abal-abal. Karena bukan batinnya sendiri yang didapatkan, melainkan batinnya orang lain yang juga abal-abal.

Dengan munculnya fenomena gerhana matahari sebagian pada senja nanti, justru terjadi ketika matahari hampir tenggelam. Hal itu merupakan semiotika bahwa  duniawi akan semakin menghancurkan masing-masing orang yang terikat didalamnya. Dan bahkan bisa jadi akan menimbulkan pertanda akan munculnya perang dunia ketiga. Perang antara berbagai pikiran, perang untuk memperebutkan kekuasaan dan pengakuan.

Dan hanya ditanah nusantara ini yang masih tersisa hati-hati yang bening yang bisa menyelamatkan negara bhineka tunggal ika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar