Partner | KAENDRA Tour & MICE

Kamis, 01 September 2016

SEMUA SUDAH PASTI ADA



Jika dirimu masuk ke toko serba ada dan sudah hampir dipastikan semua kebutuhan tersedia,  mungkinkah dirimu masih akan bertanya apakah barang yang kamu butuhkan itu ada ??


Jika dirimu ingin mengerjakan sesuatu tidak mengerti caranya serta ingin mendapatkan penjelasan secara nyata, tetapi tidak ada seorangpun yang mengerti teorinya; adakah kesulitan bagimu  untuk bertanya pada mesin pencari di google? Semua serba ada didalam google pencari, walaupun yang kamu cari adalah teori umum tentang penciptaan pesawat yang empiris, ataupun sampai hal yang kurang umum sekalipun.

Begitu pula dalam hal kitab suci suatu agama, semua sejarah dan permasalahan hidup, serta kehidupan berketuhanan serta bermasyarakat telah diyakini ada petunjuknya didalam kitab tersebut.

Tetapi kenapa ketika ada seseorang yang mengerjakan sesuatu, terlebih lagi ketika mengucapkan sesuatu yang disampaikan pada orang lain; selalu ditanyakan tentang dalil-dalil yang menunjangnya didalam kitab suci tersebut. Dan yang sering terjadi adalah bahwa apa yang dikatakan tidak ada dalilnya didalam kitab sucinya.

Bukankah dengan demikian akan menunjukkan bahwa sesungguhnya apa yang disampaikan itu tidak konsisten terhadap kitab suci itu sendiri? Semestinya jika seluruh permasalahan itu #pasti_ada didalam kitab suci untuk apa masih bertanya tentang ada tidaknya dalil-dalil sebagai penunjangnya?

Mengapa hal itu terjadi? 

Karena banyak diantara mereka lebih bertuhan pada dalil tetapi tidak ada sesuatupun yang dilakukan selain hanya untuk berperang didalam dalil. Semakin banyak dalil yang dapat diungkapkan maka mereka dianggap semakin hebat dan semakin terpandang.  Padahal semua dalil dan semua keterangan yang ada didalam kitab suci itu adalah semata-mata untuk memberikan petunjuk bagi mereka yang memang butuh petunjuk. Terutama bagi mereka yang akan mengerjakan sesuatu hal mengalami kebuntuan akal. Maka diharapkan dalil kitab suci itu yang bisa mengungkapkan jalan yang harus ditempuhnya.

Kenapa masih harus bertanya lagi pada orang lain? Bahkan yang amat ironis masih selalu dipertanyakan tentang ada atau tidaknya keberadaan dalil tersebut. 

Oleh karena itu tidak perlu kamu menyampaikan kepada orang lain tentang sebuah dalil. Dan lebih baik kerjakan sendiri dalil tersebut untuk membantu menyelesaikan permasalahanmu sesuai dengan pemahaman dalil yang  sekiranya kamu mampu melaksanakannya.
Dan itulah sesungguhnya fungsi dalil, bukan untuk dijadikan senjata berupa kata-kata untuk berperang melawan dalil-dalil antar sesama. Akhirnya hanyalah sebatas kata yang didapatkan. Sementara kaum lain tidak pernah berdalil, melainkan sibuk bekerja dengan diam namun menghasilkan fakta dan sejarah untuk menguasai dunia. Sementara dirimu masih tetap berputar-putar diantara permainan dalil bahkan memperjual belikan dalil diantara kaumnya sendiri.

Tidakkah dirimu menyadarinya???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar