Kuman diseberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. Apakah diri kita seperti itu? Jika demikian lambat laun jiwa kita tidak akan pernah mengenal diri sendiri. Dengan tidak mengenal dirinya maka tidak akan pernah mengenal suara hatinya sendiri.
Lambat laun jiwanya akan sakit karena selalu dipakai untuk mencari dan menilai kesalahan orang lain, walaupun tidak ada keterkaitan apapun dengan dirinya. Dan segala apapun yang dilakukan orang, dimatanya selalu jelek. Mengapa?
Karena kita yang menilai itulah sesungguhnya yang ada kecenderungan sakit jiwa dibanding dengan orang yang dilihatnya.
Jika sudah sakit jiwa, bisakah kita berpikir waras untuk menyelesaikan masalahnya sendiri? Karena hanya orang yang sakit jiwa sajalah yang tidak bisa berpikir dengan jernih. Jangankan untuk orang lain, untuk dirinya sendiri saja tidak akan mampu.
Keadaan itu terjadi lantaran seringnya mengalami sakit hati dan kecewa bahwa apa yang diharapkan selalu mengalami kegagalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar