Sesungguhnya " hampa" dan " hambar" merupakan warna perasaan yang tidak berbeda. Adapun jika ada perbedaan, hanyalah didalam catu daya rasa.
Jika hampa, merupakan catu daya rasa untuk manusia batin, yang merasakan adalah liver, disebut perasaan.
Sedangkan hambar, merupakan catu daya rasa untuk manusia lahir, dan yang merasakan adalah lidah, berupa makanan serta minuman. Dan namanya tetap adalah rasa.
Mengapa kehampaan itu bisa terjadi?
Semuanya diakibatkan karena kita malas untuk membersihkan tempat rasa pada liver, yang telah terisi warna rasa yang tidak sejenis. Bagaimana mungkin bisa merasakan warna rasa yang baru datang, jika warna rasa sebelumnya tidak kau buang.
Lantas, salahkah jika kemudian muncul warna perasaan yang asing bagimu, sehingga merasakan kehampaan didalam hidupmu?
Bukankah juga demikian terhadap rasa makanan dan minuman yang kau campur adukkan menjadi satu? Baik itu kau campur diluar sebelum kau masukkan kedalam mulutmu, atau berkali-kali kau rasakan lewat lidahmu, terhadap seluruh makanan yang ada. Tentu akan terasa hambar.
Intinya : agar tidak merasakan kehampaan didalam hidupmu, buanglah atau bersihkanlah rasa awal yang masih tersisa didalam livermu, jika memang ingin memasukkan warna rasa yang berbeda.
Bagaimana mungkin akan bisa merasakan kebahagiaan ataupun keindahan didalam hidupmu, sedangkan livermu cuma 1, yang hanya cukup mewadahi 1 warna rasa yang kau sukai. Sama halnya dirimu hanya memiliki 1 gelas. Jika gelasnya berwarna merah, apa mungkin air akan seputih salju jika gelasnya memang dari awal berwarna merah? Belum lagi jika gelasnya telah kotor.
Itulah gambaran livermu, yang juga tidak berbeda dengan gelas untuk menampung air. Jika gelasnya kotor atau berwarna, jangan berharap air seputih salju seperti warna aslinya, sebagaimana yang kau kehendaki.
Kendati hatimu menangis darah, sekalipun penuh doa dan nestapa, tak akan pernah bisa menggantang asap selamanya.
Semoga bermanfaat bagi semua yang sedang merasakan kehampaan dan kepapaan.
Rasa kasih yang tertanam di hati akan selalu memperindah warna-warni kehidupan,dengannya takkan mendatangkan kehampaan...
BalasHapusTerimakasih...
Selamat malam Romo Triswedi..
Rahayu..