Seseorang yang sudah tua, bahkan renta, tentu merasakan bahwa dia sudah antri menuju hari akhir menuju kematian.
Bagi orang yang beragama tentu meyakini bahwa ada kehidupan setelah mati. Sehingga akan menyadari bahwa apa yang diperbuatnya akan menjadikan refleksi pada kehidupannya setelah mati. Semakin dekat akan kematiannya semestinya akan semakin banyak menebarkan kebajikan bukan lewat kata. Serta semakin mengurangi rasa benci dan dengki pada sesama makhluk tuhan.
Tetapi, banyak yang kita lihat, orang semakin tua, justru banyak memfitnah, banyak berbuat yang menyakitkan orang lain, penuh dendam dan kebencian, jika melihat orang yang tidak disukainya, banyak hujatan, terutama jika menyangkut masalah perbedaan agama.
Yang menjadi pertanyaan adalah: Apakah sesungguhnya para oknum pada kaum agamawan ini tidak percaya akan hidup setelah kematian???
Jika benar-benar #percaya, kenapa masih banyak berbuat tanaman kebencian dan kedengkian? Padahal mereka tahu, bahwa apa yang diperbuat nantinya akan terbalas pada dirinya sendiri??
Jika #tidak_percaya ada kehidupan setelah mati, kenapa pula masih menyebarkan ajaran agama ya g tidak ada artinya apa-apa. Atau, apakah bagi mereka para oknum penyebar agama itu memang terlepas dari hukum sebab akibat?
Jika demikian, lantas apakah yang bisa dijadikan perbedaan antara kaum agama dan tidak beragama, selain hanya lewat ungkapan kata belaka?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar