Ketika kita mengucapkan sesuatu dengan intonasi tertentu, secara tidak sadar kita telah mentelepati diri dengan sebuah warna rasa sesuai makna dari apa yang diucapkan. Sehingga sering secara tidak sadar pula bahwa apa yang diucapkan itu akan membahayakan dirinya sendiri. Terutama ketika kita menggunakan sifat Tuhan yang kita ucapkan untuk dijadikan acuan telepati . Antara lain pengucapan Tuhan Maha Besar ; Tuhan Yang Maha Pemurah dan Penyayang; dan Puji Tuhan.
Penggunaan sifat Tuhan tersebut, haruslah disesuaikan dengan arti sifat yang terucap, serta situasi kondisi yang mengucapkan, dan tujuan ketika kita mengucapkan. Jika terjadi ketidak-sesuaian antara ucapan dan keadaan diri, maka akan membahayakan diri sendiri. Terlebih lagi jika sifat tersebut dipergunakan secara terus menerus, bisa membuat orang menjadi semakin beringas.
Contoh : Jika kita akan mempergunakan sifat " Tuhan Yang Maha Besar ", adalah diperuntukkan bagi kita ketika mengalami ketakutan; kekhawatiran; serta ketika merasa tidak berdaya. Maka sifat tersebut akan mengubah kita menjadi penuh semangat serta gagah perkasa. Dan bahkan jika berhadapan dengan musuh sekalipun, kita akan merasakan bahwa musuh itu menjadi kecil dan kita menjadi besar. Namun yang perlu diketahui adalah; bahwa keadaan kita saat mengucapkan sifat tersebut, sama sekali tidak boleh dalam keadaan marah, emosi atau dendam. Mengapa?? Karena dalam keadaan marah akan menyebabkan kita tidak akan bisa mengendalikan diri sendiri. Bahkan bisa membuat kita menjadi semakin beringas terhadap musuh-musuh kita. Serta akan susah mengembalkan pada sifat kita secara normal. Serta membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan kita agar tidak beringas. Sebab segala sesuatu yang diawali dengan kemarahan apalagi ditambah dengan ucapan telepati sifat seperti dikunci oleh sifat tersebut. Sehingga mengapa sifat tersebut selalu dipergunakan ketika kita akan berperang.
Selanjutnya penggunaan sifat "Maha Pemurah dan Maha Penyayang" ; adalah bertujuan untuk menanamkan rasa kepada diri seperti yang kita ucapkan. Dengan begitu semakin lama kita tidak akan mudah untuk marah, tidak akan mudah untuk emosi; tidak mudah untuk bersedih hati. Bahkan akan mudah untuk merasakan kasih sayang pada orang lain. Sehingga kenapa sifat ini selalu dipergunakan didalam kita akan mengawali suatu sikap dan tindakan ketika akan melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.
Apalagi jika sifat ini diaplikasikan sesuai dengan makna sifat pada orang lain atau semua makhluk yang ada. Maka hal ini akan bisa mengubah warna rasa yang ada didalam diri menjadi orang yang pemurah dan penyayang. Sehingga tidak akan mengherankan jika orang lainpun juga akan menyayangi kita. Bahkan kemanapun kita berada, bertemu dengan makhluk apapun tidak akan mungkin berniat untuk mencelakai kita. Mengapa??
Karena sifat Maha Pemurah dan Penyayang itu merupakan sepasang sifat yang tidak bisa terpisahkan satu sama lain, serta merupakan induk dari sifat-sifat rasa yang lain khususnya yang tersimpan didalam sifat murni dari jati diri manusia itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar